Delapan Naskah Asli Tonil Bung Karno Diduga Hilang

Jumat, 31 Juli 2009 | 08:21 WIB

ENDE, KOMPAS.com — Delapan naskah asli tonil karya Bung Karno, Presiden Pertama RI, yang dibuat dalam masa pembuangan politik di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, tahun 1934-1938, diduga hilang. Delapan naskah itu berjudul Rahasia Kelimutu, Rendo, Jula Gubi, KutKutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dinamit, dan Dr Setan.

Hal itu dinyatakan peneliti Yuke Ardhiati di Situs Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Kamis (30/7), seusai bertemu dengan pengelola Situs Bung Karno, Syafrudin Pua Ita.

Yuke meninjau Situs Bung Karno dengan membawa surat dari Yayasan Bung Karno yang ditandatangani ketua umumnya, Guruh Soekarno Putra.

Yayasan Bung Karno menugaskan Yuke untuk menanyakan keberadaan naskah asli tonil karya Bung Karno dan meminta salinan naskah asli guna menambah koleksi Perpustakaan Yayasan Bung Karno.

”Kami berharap melihat naskah tonil asli berupa tulisan tangan. Namun, yang ada di situs adalah salinan tulisan dengan mesin ketik,” kata doktor ilmu sejarah lulusan Universitas Indonesia itu.

Di halaman 63 buku Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara (2006) tertera tanda terima naskah tonil tulisan Bung Karno selama di Ende tahun 1934-1938 dari Yusuf Ibrahim sebagai wakil kawan-kawan Bung Karno di Ende kepada Rahmawati Soekarno.

Namun, naskah tonil tidak ditemukan di Yayasan Bung Karno di Jakarta. Rahmawati Soekarno menyatakan kepada Yuke bahwa berkas naskah tonil tercecer sejak petugas yayasan yang mengelola koleksi, Bagin, meninggal beberapa tahun lalu. (SEM)