Tujuh Perahu Nelayan Dihempas Gelombang Pasang
31-Jul-2009

* Satu Parahu Hancur
Oleh Yusvina Nona
HP 085239072848
Ende, Flores Pos

Angin kencang disertai gelombang laut dengan ketinggian 4-5 meter telah menghempaskan tujuh perahu motor milik nelayan di Kelurahan Tetantara Kecamatan Ende Selatan, Rabu (29/7) pukul 24.00 Witeng.Akibat hempasan itu, satu perahu motor nelayan milik Ramadan Guru hancur.

Sedangkan enam lainnya dapat diselamatkan, namun mesin motor, pukat dan perlengkapan lain hanyut terbawa gelombang.Adapun keenam nelayan itu adalah 4 orang dari Lingkungan Arubara masing-masing Ema Samsudin, Thalib Runga, Ali Wangga dan Ahmad Meno. Sementara dua orang lainnya dari Lingkungan Ipi masing-masing Ismi Mustafa dan Adnan Haji.

“Perahu saya tidak ada yang tersisa, bu. Body perahu hancur total. Pukat juga hancur. Kami lagi membereskan pukat ini. Ibu bisa lihat sendiri. Kondisi cuaca kali ini luar biasa,”kata Ramadan Guru, nelayan asal Lingkungan Ipi Kelurahan Tetandara di temui di pesisir pantai Ipi, Kamis (30/7). Dia mengatakan perahu motornya itu, selepas melaut biasa dilabuhkan di laut tepi dermaga Ipi.

Dengan maksud dapat menghindari gelombang pasang. Bukan satu atau dua nelayan saja yang melakukan hal seperti yang dia lakukan tetapi, katanya, hampir semua nelayan di Ipi maupun di Arubara yang memiliki perahu motor melakukan hal yang sama. Memilih melabuhkan perahu motornya di laut. Sekalipun di musim tenggara seperti kondisi sekarang ini, katanya.

Diakuinya bahwa sejak musim tenggara tiba, dirinya tidak pernah melaut. “Hampir semua nelayan pada musim tenggara seperti ini tidak melaut. Karena sangat beresiko. Selama musim tenggara ini saya memilih bekerja di kebun saja,”katanya.Menyinggung kerugian yang dialaminya, Ramadan Guru memperkirakan seluruhnya sebesar kurang lebih Rp 75 juta.

Kejadian pukul 24.00 Witeng itu diketahui Ramadan Guru setelah mendapat informasi dari warga setempat. Bagaimanakah nasib enam nelayan lainnya? Lurah Tetandara Mohamad Sharir di lokasi kejadian kemarin mengatakan untuk sementara ini 6 orang nelayan dimaksud memilih untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi pada perahu motor mereka akbiat hempasan gelombang pasang.

Selain mesin, pukat dan perlengkapan lain terbawa gelombong, perahu motor nelayan ini, katanya, juga mengalami kebocoran. “Enam perahu motor ini berhasil diselamatkan oleh warga setempat. Namun, mesin, pukat dan perlengkapan lainnya hanyut terbawa gelombang.

Empat perahu motor milik nelayan di Lingkungan Arubara ini awalnya dikabarkan hilang. Setelah dicek ternyata terdampar. Kita belum bisa taksasikan berapa kerugian yang dialami para nelayan ini,”katanya.

Wakil Bupati Ende Achmad Mochdar, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Gulam Husen, Camat Ende Selatan Ismail Petorsila, Kadis Perhubungan Ende Abdulah Ali beserta jajarannya, jajaran Kesbangpol, jajaran Dinsos, staf pada Bagian Sosial Setda Ende serta satuan Pol PP menyempatkan mengunjungi para nelayan dimaksud.

Rencananya hari itu (kemarin) para pejabat yang disebutkan diatas hendak melihat dan meninjau sarana prasarana Pelabuhan Ipi. Termasuk kemajuan evakuasi Nusa Damai dari kolam labuh. ***