Sabtu, 08 Aug 2009

Kapal Minyak Tak Bisa Berlabuh
Gelombang Tinggi, Sepekan Tak Melaut

ENDE, Timex-Gelombang pasang yang terjadi sejak pekan lalu hingga sekarang mengakibatkan para nelayan yang berdomisili di pantai Ipi dan Arubara, Kota Ende belum melaut. Gelombang mencapai ketinggian empat meter. Kerugian yang diderita mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan beberapa perhau motor mengalami kerusakan akibat terjangan ombak. Pantauan koran ini di pantai Ipi, Jumad (7/8) gelombang diperkirakan mencapai empat hingga lima meter. Beberapa perahu motor milik warga tidak melaut dan masih ditambat di pinggir pantai guna menghindari terjangan ombak. Gelombang bahkan hampir melampaui bibir dermaga. Tinggal beberapa centimeter nyaris merendam dermaga.

“Kami sejak mengalami musibah beberpa waktu yang lalu belum bisa melaut. Apalagi musim tenggara sekarang ini, arus kencang, gelombang tinggi dan angin juga sangat kencang. Kami rugi banyak, apalagi selama beberapa hari kami tidak melaut maka kerugian sangat besar. Untuk saya hitung-hitung bisa mendekati puluhan juta rupiah. Kalau ditambah nelayan-nelayan lain yang sama dengan saya tidak melaut maka bapak bisa bayangkan berapa kerugiannya,” kata Adnan Haji, seorang nelayan di Pantai Ipi, Ende.

Nelayan yang pada tahun 1992 mendapat bantuan dari Presiden Soeharto berupa sebuah perahu motor Fiber hancur diterpa badai dan gelombang beberapa waktu lalu.

Sama halnya dengan Ahmad, nelayan Ipi yang ditemui di tempat yang sama juga mengakui kerugian akibat tidak melaut selama beberapa hari tersebut. Ahmad mengatakan walaupun hanya menggunakan sampan ukuran sedang namun setiap harinya ia merugi hingga Rp 100.000.

Jumat kemarin ia hanya membersihkan dan merawat perahu motornya sambil berharap secepatnya gelombang segera reda. “Kami hanya bisa menunggu sampai kapan gelombang reda untuk melaut kembali,” kata Ahmad. Beberapa perahu motor yang ditambat di pantai Ipi adalah KM Togi, KM Lintas Laut, dan KM HKS.

Sementara itu KM Putri Jelita yang memuat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Depot Pertamina Ende tidak bisa berlabuh di Dermaga Pertamina Ipi. Gelombang di dermaga tersebut sangat tinggi. KM Putri Jelita akhirnya berlabuh sementara di Pelabuhan Ende sambil menunggu gelombang tenang untuk bisa mensuplai BBM ke Depot Pertamina Ende.

Gelombang tinggi tersebut ditengara akibat angin Tenggara. Gelombang tinggi ini menurut para nelayan biasanya terjadi pada bulan Maret hingga September. (kr7)