Sabtu, 15 Agustus 2009 | 10:46 WITA

ENDE, POS KUPANG.COM— KELURAHAN Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende termasuk kelurahan yang tingkat mobilitas dan kesibukannya tinggi. Maklum, di kelurahan inilah berdiri kantor Bupati Ende dan sejumlah kantor pemerintah lainnya.

Dengan tingkat aktivitas tinggi itu, kerap timbul persoalan kemasyarakatan seperti masalah tanah dan kenakalan remaja. Maka Lurah Mautapaga, Sidin Pua Rake, tentu punya aktivitas dan kesibukan serta problem yang dihadapi, juga kompleks.

Sidin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2009), mengakui kompleksitas persoalan yang dihadapinya itu. Persoalan memang kompleks, namun semua bisa diatasi. Tidak ada gejolak sosial yang meresahkan.

“Saya selalu mengutamakan pendekatan kekeluargaan karena saya tahu bahwa warga saya yang bermasalah masih memiliki hubungan kekeluaragaan dan kekerabatan. Karena itu, cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah adalah dengan pendekatan kekeluargaan,” kata Sidin

Sebagai kelurahan yang menjadi pusat pemerintah kabupaten, Lurah Sidin selalu berusaha agar kelurahannya tampil beda. Setidaknya dalam hal kebersihan. Warga terus dimotivasi agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Dan hasilnya, beberapa kali Mautapaga tercatat sebagai kelurahan terbersih di Kabupaten Ende.

“Kami tidak kejar juara namun yang terpenting adalah terbangunnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan karena bagaimanapun kebersihan adalah bagian dari iman,” ujarnya.

Suami dari Siti Nur yang telah menjabat sebagai Lurah Mautapaga sejak tahun 2002 mengaku dalam kehidupan bermasyarakat, pola pendekatan yang dia lakukan terkadang bukan hanya sebagai lurah namun lebih sebagai tokoh masyarakat. Bahkan tak jarang dirinya tampil sebagai khotib di masjid. Dengan pendekatan bersifat informal tentu akan lebih diterima ketimbang pendekatan formal.

Pria kelahiran Kota Ende 31 Desember 1956 ini mengatakan bahwa dia tidak sendiri dalam memimpin kelurahan karena dia selalu didukung oleh staf, ketua RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (romualdus pius)