Senin, 24 Agustus 2009 | 22:46 WIB

ENDE, KOMPAS.com – Bukit Mbotu Zowa, di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur dilalap api, Senin (24/8), sekitar pukul 11.00 wita.

“Saya baru mengetahui ada kebakaran di atas bukit sekitar pukul 11.30. Api yang membakar rerumputan semula saya kira suara angin, dan memang saat itu angin bertiup cukup keras,” kata Ny Magdalena, warga Kelurahan Rewangga Selatan.

Kondisi bukit yang dipenuhi padang rumput di musim kemarau ini memang telah mengering, sehingga kalau biasanya di musim hujan warna bukit Mbotu Zowa yang menjulang begitu hijau, kini yang nampak bukit berwarna cokelat.

Badan bukit yang lebih dominan berupa tebing-tebing yang dipenuhi rumput mengakibatkan gerakan api dari puncak ke lereng bukit sulit dibendung, karena medan yang berat. Mobil tangki air pun sulit menjangkau titik api, melainkan hanya sampai di kaki bukit.

Sekretaris Lurah Rewarangga Selatan Fransiskus Suryanto Narbata yang meninjau ke lokasi kejadian mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui, begitu pula dari mana titik api berasal.

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar kaki bukit, baik di sebelah timur, barat, dan selatan diminta untuk waspada. Total warga yang tinggal di kaki bukit diperkirakan 50 keluarga.

Dari musibah itu tidak ada korban jiwa, dan tidak ada warga yang diungsikan. Warga di sekitar bukit memang tidak terlalu panik, karena umumnya yang di bagian lereng adalah perkebunan warga seperti tanaman ubi kayu, beberapa kemiri, cokelat, dan kelapa. Yang dibangun di lokasi kebun pun hanya berupa pondok-pondok, bukan tempat tinggal.