Senin, 24 Agustus 2009 | 22:34 WIB

ENDE, KOMPAS.com — Bupati Ende Don Bosco M Wangge menyatakan akan melakukan penataan untuk Kota Ende, di Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai kota bersejarah yang sejauh ini terkesan tidak memiliki citra kuat sebagai kota pusaka (heritage).

“Kami akan menyiapkan dana untuk penataannya, dan hal ini juga perlu dibicarakan dengan DPRD. Wakil Presiden terpilih Pak Boediono ketika berkampanye di Ende sempat mengingatkan bahwa Ende kota penting dalam sejarah Indonesia, tapi sayangnya Ende tidak memiliki wajah kota yang kuat sebagai identitas kota bersejarah. Beliau juga mengatakan, pemerintah pusat bisa memberikan dukungan untuk itu, tapi pemkab juga harus menyediakan dana pendamping,” kata Don Bosco M Wangge, Senin (24/8) di Ende.

Don mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menata kembali taman, di dekat Lapangan Perse, Ende. Dalam sejarah, di tempat itu juga terdapat satu pohon sukun, di mana Soekarno, presiden pertama RI ketika mengalami masa pembuangan tahanan politik di Ende tahun 1934-1938, Bung Karno biasa menyediakan waktu untuk menyendiri dan merenung, hingga Bung Karno dapat mematangkan konsep Pancasila yang kini menjadi dasar negara RI.

“Patung Bung Karno yang ada di taman itu juga akan dipugar, sebab banyak kalangan menilai dari bentuk dan posisinya jauh dari kedekatan sejarah waktu itu. Patung tersebut dibuat lewat proyek pemerintah provinsi,” katanya.

Selain itu, dia juga menyinggung, penataan Kota Ende tahun ini bertepatan dengan momen penting genap 75 tahun Bung Karno di Ende. “Kami juga senang karena Doktor Ilmu Sejarah UI (Universitas Indonesia) Yuke Ardihati yang juga arsitek bersedia membantu dalam merancang penataan kota ini,” ujarnya.

Secara terpisah ketika dikonfirmasi Yuke Ardhiati mengatakan, sebaiknya dalam menata Kota Ende sebagai kawasan kota pusaka, Pemkab Ende perlu menginventarisasi situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno.

“Menurut saya, Ende lebih cocok dirancang sebagai kota Soekarno bukan kota Pancasila, karena beliau adalah tokoh dan bapak bangsa, Proklamator RI. Pemkab Ende perlu menginventarisir hal-hal apa saja atau warisan sejarah yang berkaitan dengan kekayaan Soekarno selama di Ende. Dari data itu dapat dirancang, mana titik yang paling potensial untuk diprioritaskan dan ditata,” kata Yuke.

Yuke kini juga mendapat tugas dari Departemen Pekerjaan Umum untuk menginventarisasi seluruh kekayaan Soekarno di Indonesia terkait program pelestarian situs bersejarah. Namun, Yuke juga mengingatkan, terkait upaya untuk menata Ende sebagai kota pusaka perlu ditetapkan dulu tanggal lahir Kota Ende. “Karena sampai saat ini Ende belum memiliki hari lahir,” ujarnya.