Sabtu, 22 Aug 2009

Ende : Rawan Pangan

ENDE, Timex-Bila mengacu pada terminologi rawan pangan yang berarti kurangnya ketersediaan pangan utama dibandingkan jumlah kebutuhan untuk konsumsi masyarakat pada suatu wilayah dalam satuan waktu, maka Propinsi NTT umumnya dan Kabupaten Ende…khususnya selama ini sesungguhnya selalu dalam kondisi rawan pangan.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Ende, Ahcmad Mochdar dalam sambutannya ketika pada acara pembukaan Lomba Cipta Menu Bergizi, Berimbang dan Aman, Kamis (20/8) di Gedung Pertemuan Paroki Onekore, Ende.

Namun, kata Mochdar, kekurangan pangan tersebut kurang dirasakan secara signifikan karena adanya dukungan pendapatan dari sektor lain yang memperkuat daya beli masyarakat untuk memperoleh pangan. Yang menjadi persoalan, katanya, adalah pembelian pangan khususnya beras dari luar daerah mengakibatkan hilangnya sebagian dana masyarakat yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.

Menyinggung tentang swasembada pangan, Mochdar mengatakan, sangat tergantung pada kesadaran dan peran aktip semua komponen masyarakat. “Terutama dalam pemanfaatan dan pengaturan pola konsumsi serta pengadaan terhadap pangan local,” katanya.

Dikatakan Mochdar, pola konsumsi masyarakat sebagian terfokus pada beras dengan tingkat konsumsi 95 kilogram/kapita/tahun. Sedangkan konsumsi pangan lainnya 68,29 kilogram/kapita/tahun.

Sementara potensi lahan basah untuk usaha tani, jelas Mochdar, hanya 6.705 hektar dengan produktifitas yang rendah. Sedangkan lahan kering yang potensial untuk pengembangan pangan lokal lainnya seluas 44.728 hektar.

Mochdar mengatakan untuk mencapai kemandirian pangan, harus ada reorientasi pola produksi dan konsumsi masyarakat. Ia juga mengharapkan produksi pangan lokal tidak hanya bertumpuh pada padi tetapi jenis pangan lokal lainnya juga.

Lomba cipta menu bergizi, berimbang dan aman itu diikuti 20 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengutus lima peserta. Kegiatan lomba ini atas kerjasama BKP3 Ende dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ende. Tema yang diambil adalah dengan lomba cipta menu beragam, bergizi, berimbang dan aman, kita tingkatkan produksi dan konsumsi pangan lokal menuju swasembada pangan 2012. (kr7)