Air sebagai Sumber Daya Alam (SDA) mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang kehidupan kita, karena air dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti keperluan air minum, irigasi, air baku industri, pembangkit tenaga listrik, prasanana transportasi dan sebagainya, bahkan di beberapa daerah tertentu karena potensi yang dimilikinya, air merupakan SDA yang mempunyai nilai sangat vital dan strategis serta mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi. Demikian sambutan tertulis Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs Frans Lebu Raya yang dibacakan oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT Ir. Wayan Darmawan, MT saat membuka Acara Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Untuk Penyusunan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Aesesa, Selasa (24/8) di Gedung pertemuan Ine Pare Ende.

Lebih lanjut Gubernur Lebu Raya menegaskan sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Propinsi melalui Delapan Agenda Pembangunan NTT Tahun 2008-2013 menetapkan Pembangunan Infrastruktur sebagai salah satu agenda penting, yang didalamnya termasuk pembangunan sarana dan prasarana air. Disebutkan, arah pembangunan infrastruktur antara lain, mengembang dan memelihara sarana dan prasarana yang tersedia untuk mempertahankan dan menggerakkan sector unggulan daerah; Meningkatkan keserasian antara konsevasi dan pendayagunaan antar hulu dan hilir, permukaan dan air tanah pengelolaan demand dan supply, pemenuhan jangka pendek dan jangka panjang; meningkatkan dan mendorong pembangunan prasarana air, irigasi, embung dan bendungan; pemdayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku; penataan kelembagaan pengelolaan sumber daya air. Menyinggung tentang banyaknya induk dan anak sungai di NTT, Gubernur Lebu Raya mengatakan seperti halnya sungai Aesesa perlu dijaga dan dilestarikan. Karena wilayah Aesesa ini akan dijadikan obyek kajian dalam pertemuan ini karena sudah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan semisal irigasi dan air baku.Karena itu perlu adanya suatu kesepakatan dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkesinambungan sehingga pemenuhan kebutuhan akan air dan eksploitasi sumber daya air dapat di tata dengan baik

Sementara itu Bupati Ende Drs Don Bosco M Wangge, M.Si dalam sapaan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Ditjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum dan Pemerintah NTT atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Ende sebagai tempat penyelenggaraan acara pertemuan konsultasi masyarakat ini. Bupati Don mengharapkan kiranya pertemuan ini memberikan inspirasi bagi tersusunnya Pola Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Aesesa di Pulau Flores yang dapat mewujudkan pemanfaatan SDA yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya dimanfaatkan demi kemakmuran rakyat.

Ketua Pelaksana Kegiatan PKM Constandji Nait dalam laporannya mengatakan pelaksanaan ini didasarkan pada UU No 7 tahun 2009 tentang Sumber Daya Air karenanya perlu disusun Pola Pengelolaan SDA wlayah sungai Aesesa.Karenanya tujuan yang mau dicapai yakni menyamakan persepsi dan peningkatan kepedulian public dan swasta terhadap rencana PPPSDA wilayah Aesesa, mengidentifikasi dan mendapat masukan , informasi berkaitan dengan P3SDA tersebut.Adapun peserta yang hadir adalah, dari pemerintah pusat dalam hal ini dari Dirjen Sumber Daya Air, Kepala Bapeda Propinsi, Kepala Bapeda Kabupaten (Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada) jajaran pemerintah daerah eselon II, Tomas, LSM, Dunia Usaha serta undangan lainnya dan pihak terkait. (adm)

Sumber : http://www.endekab.go.id/index.php?menu=cds2&action=dibaca&id=169