Selasa, 1 September 2009 | 14:51 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Samuel Oktora

ENDE, KOMPAS.com — Sampai hari ini harga gula pasir di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, melonjak menjadi Rp 11.000 per kilogram. Padahal, sebelum puasa harganya masih berkisar Rp 9.000 per kg.

“Harga gula dari distributor juga naik dari Rp 315.000 sekarang mencapai Rp 460.000 per 50 kilogram. Itu pun biasanya dalam satu karung tidak utuh 50 kilogram, tapi hanya berkisar 48,5 kilogram atau 49 kilogram. Harga Rp 11.000 per kilogram sudah berjalan tiga hari ini,” kata Budi Sapto, pedagang di Pasar Mbongawani, Selasa (1/9) di Ende.

“Saya juga menjual Rp 11.000 per kilogram sebab gula juga susah didapat. Sekarang saya hanya mempunyai stok satu karung,” ujar Azhar Abdurahman, pedagang lain.

Sementara pedagang lainnya, Mohammad Muda, mengatakan, harga cabai merah dan bawang putih telah mengalami kenaikan berkisar Rp 5.000 sebelum puasa, dan hingga kemarin harganya masih stabil. Untuk cabai merah kini Rp 20.000 per kg, sedangkan bawang putih Rp 16.000 per kg.

Bawang merah turun harganya dua minggu sebelum puasa, dari Rp 16.000 per kilogram, saat ini Rp10.000 per kilogram, kata Mohammad.

Sementara harga daging sapi di Pasar Mbongawani Ende masih stabil, Rp 60.000 per kg.

“Sampai sekarang belum ada kenaikan harga, stok banyak, dan permintaan pembeli pun biasa saja. Bahkan, harga daging sekarang sama dengan tahun lalu. Harga bisa saja naik kalau stok daging sulit, dan biaya transportasi naik,” kata Andi, penjual daging sapi.

Menurut Andi, daging sapi yang dijualnya dipasok dari kawasan utara Ende yang merupakan gudang ternak.