Senin, 07 Sep 2009, | 3

Gabriel Ema Pimpin Pemuda Katolik Ende

ENDE, Timex-Musyawarah Cabang Pemuda Katolik Komisariat Daerah Nusa Tenggara Timur Cabang Ende digelar di Wisma Olangari, Ende, Sabtu (5/9) dengan agenda mendengarkan laporan kerja pengurus periode sebelumnya dan memilih ketua dan pengurus baru untuk periode 2009-2012. Gabriel D Ema terpilih sebagai ketua.

Pemilihan Ketua Pemuda Katolik Cabang Ende ini berlangsung sangat demokratis yang diikuti utusan dari 14 paroki dari seluruh Kevikepan Ende. Lancarnya kegiatan karena pelaksanaan musyawarah sesuai anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) serta mekanisme persidangan. Karena itu gejolak yang sempat dikhawatirkan tidak terjadi.

Empat calon bersaing saat agenda pemilihan ketua. Empat calon tersebut adalah John Pella, Gabriel D Ema, Erikos Rede dan Bertolomeus Tani. Namun, Erikos dan Bartolomeus Tani mengundurkan diri sehingga yang bertarung hanya Gabriel Ema dan John Pella. Sebelum pemilihan kedua keandidat diberi kesempatan memberikan visi dan misinya di hadapan para peserta.

John Pella mengatakan, sebagai salah seorang pendiri Pemuda Katolik di Ende bersama mendiang Mgr. Abdon Longinus pada tahun 1991, ia berjanji akan berjuang untuk menciptakan kader yang berkualitas, tanggap dan tangguh. Ia mengatakan akan menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART. Selain itu, memperjuangkan isu-isu yang hangat untuk diselesaikan dalam terang Fraternitas dan Kristianitas.

Sementara itu Gabriel Ema dalam visinya mengatakan akan menjadikan Pemuda Katolik sebagai organisasi kader yang handal bagi kaum muda Katolik dalam berpikir untuk Gereja dan bangsa. Sedangkan misinya, hendak mencetak kader muda Katolik yang berjiwa kristiani, menjadikan organisasi Pemuda Katolik tempat pijak yang kokoh dan rumah yang aman bagi pemuda Katolik dan alumninya.

Saat pemungutan suara, Gabriel Ema memperoleh dukungan mutlak. Dari 24 orang yang berhak memilih, Gabriel Ema berhasil memperoleh 19 suara. Sedangkan John Pella meraih lima suara.

John Pella mengatakan menerima dan menghormati proses demokrasi yang sudah dilaksanakan. Menurutnya, anggota sudah memahami mekanisme demokrasi yakni memilih sesuai dengan hati nuraninya. Sementara itu Gabriel Ema berjanji dalam masa kepemimpinannya akan berbuat lebih baik dari periode sebelumnya. “Saya akan membangun sistem pengkaderan berjenjang, membangun jaringan kader hingga ke akar rumput dan membangun komunikasi dan informasi secara horisontal dan vertikal,” katanya.

Pada kesempatan itu juga dipilih kepengurusan baru. Sekretaris dipercayakan kepada Wilhelmus Wono dan bendahara Rafel Bale. Remigius Remi, salah seorang peserta mengatakan, proses pemilihan berlangsung demokratis dan tertib. Kepengurusan ini menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Abraham Badu. (kr7)