Selasa, 08 Sep 2009, | 16

Dewan Nilai Sail Ende Gagal

ENDE, Timex-Anggota DPRD Ende menilai pelaksanaan Sail di Nanganio, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende tidak berhasil. Meskipun baru memasuki hari pertama pelaksanaan Sail, namun ditemukan berbagai hal yang harus segera diperbaiki jika ke depan hendak melaksanakan lagi Sail.

Demikian pendapat beberapa anggota Dewan di lokasi Sail di Nanganio yang dimintai komentarnya berkenaan dengan pelaksanaan Sail tersebut, Minggu (6/9). Kehadiran anggota Dewan dan Muspida Kabupaten Ende, seluruh SKPD dalam rangka acara Gala Dinner bersama para Sailors (peserta Sail).

“Tidak terlihat dampak yang positip dengan kehadiran Sailors bagi masyarakat sekitar. Masyarakat seakan tidak dilibatkan. Anda lihat, apa yang mau dipromosikan oleh masyarakat lokal di sini. Standnya cuma disediakan empat buah. Itupun hanya menjual kain tenunan dan sedikit cendera mata dari patung-patung kayu, restoran mini, ruang informasi, dan medical centre. Tidak ada stand yang diperuntukan bagi masyarakat lokal untuk menjajakan jualan atau kerajinan tangan mereka,” kata Armin W. Wasa, anggota Dewan dari Partai Demokrat kepada koran ini.

Ia merasa sangat terganggu dengan kegiatan tersebut karena hanya menghamburkan bayak uang dan masyarakat lokal tidak dilibatkan dengan baik. “Saya tidak melihat partisipasi nyata masyarakat dalam kegiatan ini. Harusnya potensi yang ada di masyarakat yang harus ditonjolkan,” katanya.

Sementara itu, Gabriel D. Ema, anggota Dewan dari Partai Kedaulatan lebih tegas lagi mengkritisi koordinasi yang dibangun oleh Dinas Pariwisata. Menurutnya, Dinas Pariwisata terkesan berjalan sendiri dalam menangani kegiatan tersebut. “Saya melihat rendahnya koorinasi sehingga hasilnya seperti ini. Kalau dilakukan koordinasi dan persiapan yang matang maka hasilnya akan lebih baik,” ujar Gabriel.

Gabriel menyayangkan tidak ada kemauan baik dari Dinas Pariwisata untuk memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Ende. “Apa yang ditampilkan di lokasi ini? Apa yang dipromosikan oleh pemerintah? Cuma jual kain dan souvenir kecil,” kata Gabriel. Ia akan mengusulkan kepada pimpinan Dewan untuk segera melakukan dengar pendapat meminta keterangan dari Dinas Pariwisata.

Lain lagi pendapat Erikos Rede, anggota Dewan dari PKDI yang menyayangkan pemilihan tempat di Nanganio. Ia mengatakan pemilihan tempat ini mesti dipikirkan kembali. Ia mengatakan, pemerintah perlu mempertimbangkan tingkat kebisingan, jaraknya dari pemukiman penduduk dan kenyamanan suasana. Menurutnya, Mausambi yang merupakan tempat persinggahan sebelumnya sebenarnya lebih cocok untuk disinggahi peserta Sail.

Sementara itu, Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge dalam sambutannya ketika Gala Dinner bersama para peserta Sail mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta. Menurutnya, para peserta tidak terpengaruh oleh isu peledakan Hotel JW Mariot dan Ritz Charlton dan berani datang ke Indonesia khususnya ke Nanganio, Kabupaten Ende.

Mengenai kehadiran peserta dari 14 kapal di Nanganio, Wangge berharap agar ke depan para Sailor bisa mengikuti rute yang sudah dijadwalkan dengan tetap menyinggahi Kabupaten Ende.

Pada hari pertama, Minggu (6/9), para Sailors mengunjungi Danau Kelimutu, argo wisata Waturaka, proses pengolahan mete yang diekspor ke Eropa di Wolowaru, kunjungan ke Kampung Adat Wolofeo dan Air Panas Detusoko. (kr7)