Rabu, 9 September 2009 | 11:44 WITA

ENDE, POS-KUPANG.COM—Polres Ende mengggelar operasi Cipta Kondisi. Operasi ini dalam rangka memberikan ketenangan kepada umat muslim di Kabupaten Ende yang tengah menjalani ibadah puasa. Operasi tersebut meliputi penertiban bahan-bahan dengan daya ledakan berupa mercon ataupun meriam bambu, minuman keras (miras) maupun senjata tajam.

Untuk kepentingan operasi itu, kepolisian membentuk satu tim yang diberi nama Unit Kecil Lengkap (UKL) yang terdiri dari 50 orang personel polisi dari semua unsur yakni, Intel, Dalmas maupun Lantas.

Kapolres Ende, AKBP Bambang Sugiarto, dihubungi Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2009), menjelaskan, operasi Cipta Kondisi merupakan upaya dari polisi untuk menciptakan kondisi yang aman sehingga umat muslim bisa menjalankan ibadah puasa secara khusuk tanpa terganggu oleh suasana lingkungan yang tidak kondusif.

“Polisi akan mengamankan warga jika menyimpan bahan berdaya ledak seperti mercon. Mercon jika dibunyikan saat malam hari ketika umat muslim tengah menjalani sholat tarwih tentu akan mengganggu,” kata Sugiarto.

Terkait Operasi Cipta Kondisi, Sugiarto berharap partisipasi masyarakat Kabupaten Ende untuk ikut menciptakan suasana kondusif selama pelaksanaan ibadah puasa.
Partisipasi dimaksud adalah dengan tidak membunyikan mercon ataupun meriam bambu serta tidak mengosumsi miras dalam jumlah berlebihan. Masyarakat juga diharapkan proaktif memberikan laporan kepada polisi apabila menemukan mercon atau bahan berbahaya lainnya.

Terkait persiapan pengamanan Lebaran 2009, kata Sugiarto, polisi akan menggelar operasi yang diberi sandi Operasi Ketupat dengan fokus tempat keramaian seperti tempat ibadah, pasar ataupun jalan umum. Polisi akan mendirikan sejumlah pos pengamanan di Lapangan Pancasila-Ende, Pasar Mbongawani ataupun di Simpang Lima. “Direncanakan ada 10 pos pengamanan akan didirikan polisi dalam kaitan dengan Operasi Ketupat,” kata Sugiarto. (rom)