Sabtu, 12 Sep 2009, | 16

Rencana Penggusuran Lapak Penjualan Ikan
Warga Ndao Mengadu ke Dewan

ENDE, Timex-Puluhan warga Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Kamis (10/9) mendatangi Gedung DPRD Ende. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasinya terkait rencana penggusuran lapak penjualan ikan oleh aparat Kecamatan Ende Utara.

Muhamad Zakarias, juru bicara perwakilan warga Ndao ketika ditemui di gedung dewan mengatakan, lapak-lapak yang mereka dirikan tidak menggangu arus lalu lintas di jalan negara. Sementara alasan pemerintah untuk menggusur karena ditengarai mengganggu arus lalu lintas. Karen itu menurut Zakarias, tidak ada alasan untuk menggusur lapak-lapak tersebut. Mereka mengharapkan Pemeritah Kecamatan Ende Utara mempertimbangkan kembali rencana penggusuran lapak-lapak tersebut.

“Sudah sejak tahun 2001 kami menjual ikan di tempat itu, dan tidak menggangu arus lalu lintas di jalan raya,” kata Zakarias. Ia juga mengatakan, tempat tersebut tidak rutin digunakan melainkan hanya sebagai tempat alternatif. “Kami jual hanya sore hari, itu juga kalau masih ada sisa ikan yang belum terjual pagi harinya di pasar Mbongawani Ende,” katanya.

Zakarias mengatakan pihaknya sudah mendapat surat pemberitahuan dari Pemerintah Kecamatan Ende Utara untuk tidak lagi berjualan di tempat tersebut. Namun, pihaknya masih keberatan karena tidak ada alternatif solusi terhadap kebijakan tersebut. Karena itu, mereka mendatangi lembaga dewan untuk menyampaikan masalah tersebut.

Sementara itu, dalam dialog warga diterima anggota dewan asal Daerah Pemilihan Ende I yang meliputi Kecamatan Ende Utara. Anggota dewan tersebut adalah H. Pua Saleh, H. Sarwo Edy, H. Muhamad Thahir, H. Alhabsy dan Maria Goreti Lado Lay. Dalam dialog yang dipimpin H. Pua Saleh, dewan menanggapi positif kedatangan warga. Menurut mereka langkah yang diambil warga tersebut tepat karena memyampaikan langsung kepada wakilnya di lembaga dewan.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Ende I ini langsung mendatangi Camat Ende Utara guna meminta klarifikasi terhadap persoalan ini. Namun, belum diketahui keputusan apa yang diambil.

Untuk diketahui, warga Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamtan Ende Utara diminta untuk tidak berjualan ikan di seputaran pantai Ndao, mulai dari Kantor KUA hingga Terminal Ndao. Alasan yang dikemukakan Pemerintah Kecamatan Ende Utara karena merusak keindahan dan kenyamanan sebab Ndao adalah Gerbang Kota Ende. Karena itu tidak diperbolehkan menjual ikan karena memberi kesan kotor dan kumuh.

Rencana penggusuran oleh Pemerintah Kecamatan Ende Utara akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan yang akan bekerja sama dengan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan pihak-pihak terkait lainnya. Namun, warga masih bertahan di lapak-lapak yang jumlahnya puluhan itu. (kr7)