Minggu, 13 September 2009 | 19:22 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Samuel Oktora

ENDE, KOMPAS.com-Bupati Ende Don Bosco M Wangge memperingatkan perusahaan evakuasi Kapal Motor Nusa Damai, PT Frans Burton Internasional Indonesia untuk tidak kabur begitu saja dari Ende.

Salah satu kebijakan yang diambil, selama bangkai KM Nusa Damai belum terangkat dari kolam labuh Pelabuhan Ippi, di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) , tim evakuasi dilarang mengambil dulu baling-baling kapal tersebut.

“Harga baling-baling kapal sangat tinggi, dan kondisinya juga masih baik. Saya telah memerintahkan kepala dinas perhubungan untuk mengawasi, dan menahan dulu apabila baling-baling dan mesin kapal telah diangkat. Jika bangkai KM Nusa Damai sudah dapat diangkat, dan pekerjaan evakuasi telah selesai baru tim evakuasi boleh membawa baling-baling kapal itu,” kata Don Bosco M Wangge, Minggu (13/9), di Ende.

Menurut Don, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jangan sampai PT Frans Burton Internasional Indonesia yang telah melakukan evakuasi mulai tahun lalu itu kabur setelah mengambil mesin dan baling-baling kapal, sementara bangkai kapal tetap dibiarkan di kolam labuh pelabuhan.

Dari pengamatan di lapangan, evakuasi berlangsung dengan pengangkatan isi atau muatan kapal seperti truk-truk ekspedisi yang turut tenggelam dalam insiden tersebut. Pengangkatan kendaraan telah dilakukan sekitar sepekan ini, dan hingga sekarang telah terangkut sekitar 12 truk.

KM Nusa Damai tenggelam di kolam Labuh Ippi pada 26 September 2004 silam. Namun sampai saat ini bangkai kapal buatan Norwegia tahun 1986 itu belum juga bisa dievakuasi. Berbagai upaya pengosongan kolam labuh tersebut sebenarnya telah dilakukan oleh pemilik , Sonny Paago. Sonny telah menggunakan jasa dua perusahaan evakuasi kapal, yakni Bahtera Mulia SDN BHD dari Malaysia, maupun PT Dira Salvage dari Jakarta, tapi semuanya gagal.

Pada Juli 2007, Pemerintah Kabupaten Ende untuk mengevakuasi KM Nusa Damai kemudian bekerja sama dengan Professional Diving Course (Prodic) dari Jakarta. Akan tetapi Prodic juga tidak tuntas.

Ketika dikonfirmasi Pengawas dari PT Frans Burton Internasional Indonesia, Jadil Abdullah mengatakan, terkait evakuasi KM Nusa Damai pihaknya telah mengantongi izin dari departemen perhubungan, maupun administrator pelabuhan (adpel) Ende.

Jadil tidak mau menanggapi larangan bupati soal pengambilan mesin dan baling-baling kapal itu. Namun dia hanya menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengangkat bangkai KM Nusa Damai.

Perlu diketahui untuk mengangkat bangkai kapal ke permukaan laut, sehubungan dengan aspek keamanan dan keselamatan kerja terlebih dahulu harus diambil seluruh muatan kapal, bahan bakar kapal, maupun air yang diangkut. Karena kapal ini waktu kecelakaan terjadi kelebihan muatan. Setelah kapal dikosongkan, baru kapal diberi angin untuk diapungkan. “Saat ini kami sedang berup aya mengangkat semua kendaraan,” ujar Jadil.