Jumat, 18 Sep 2009, | 6

Tuntut Pemberantasan Kasus Korupsi
PMKRI Ende Dialog dengan DPRD Ende

ENDE, Timex-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKR) St. Yohanes Don Bosco Cabang Ende, Kamis (17/9) mendatangi Gedung DPRD Ende untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Mereka menuntut pemberantasan kasus korupsi di Ende.

Kedatangan para mahasiswa ini untuk melakukan dengar pendapat berkenaan dengan kondisi aktual masyarakat di Kabupaten Ende. Mereka juga meminta komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Demikian kata pengantar dari Ketua DPC PMKRI St. Yohanes Don Bosco, Levi Padalulu ketika mengawali dialognya.

“Kami datang sebagai kado awal yang membawa setumpuk persoalan masyarakat di hadapan bapak ibu anggota dewan yang terhormat. Kami datang membawa setumpuk kegelisahan masyarakat dan menjadi harapan masyarakat agar kegelisahan ini bisa disuarakan dan ini menjadi harapan mereka agar kegelisahan ini dapat ditanggapi dan disikapi sehingga persoalan yang bertumpuk dapat segera ditangani,” demikian Levi Padalulu.

Levi mengatakan, masalah yang disampaikan pihaknya mungkin dirasa basi oleh sekelompok orang, mungkin juga oleh anggota dewan. “Tetapi ini harus terus kami serukan karena hingga saat ini tidak satu pun persoalan yang menghantar para pelaku ke pengadilan,” kata Levi mengomentari sejumlah masalah hukum di Kabupaten Ende.

Kegelisahan yang dimaksudkan para aktivis PMKRI ini adalah banyaknya kasus korupsi yang hilang begitu saja meski kasusnya sudah mulai ditangani. Tanpa alasan jelas, kata Levi, tidak satu pun yang berhasil membawa pelaku ke pengadilan.

Beberapa kasus dugaan korupsi yang belum ditangani, kata Levi, pengadaan alat uji kendaraan dimana negara dirugikan Rp 1,4 miliar, pengadaan mesin pompa di PDAM, pengadaan mobil dinas bupati, pemberian pinjaman ke pihak ketiga, PLTU Ropa.

Pada kesempatan itu, aktivis mahasiswa ini juga mengharapkan DPRD Ende segera meyingkapi kasus KKN di Ende. Diharapkan adanya kemauan politik dari lembaga dewan untuk menghasilkan Perda inisiatif yang menurut mereka sampai dengan saat ini tidak satu pun yang dihasilkan oleh dewan berkaitan dengan perda inisiatif tersebut.

Ketua Sementara DPRD Ende, Marcelinus Petu menanggapi positif kehadirian dan masukan dari PMKRI Ende ini. Dikatakan Marcel, PMKRI adalah lembaga yang pertama yang melakukan dialog dengan aanggota DPRD Ende. “Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa dari PMKRI Cabang Ende,” kata Marcel.

Marcel mengatakan, aspirasi yan disampaikan akan dipelajari lembaga dewan untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, hal tersebut bukan hal yang baru karena sebagai anggota dewan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kami akan mempelajari dokumen dan risalah dari dewan terdahulu tentang kasus-kasus yang terjadi sudah sejauh mana telah ditindaklanjuti. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan Sekretariat Dewan. Pada intinya kami setuju dan mendukung dalam memberantas KKN di Kabupaten Ende” kata anggota dewan dari Partai Golkar ini.

Sementara, anggota dewan lainnya, Efraim Belarminus juga mendukung apa yang disampaikan para aktivis PMKRI Ende ini. Sambil menunggu pembentukan alat kelengkapan dewan, kata Efraim, pihaknya akan membahas aspirasi yang disampaikan PMKRI Ende tersebut. “Kami akan mempelajari risalah sidang dewan periode sebelumnya yang juga pernah menerima aspirasi yang berkaitan dengan tuntutan penanganan kasus korupsi,” kata Efraim. (kr7)