Rabu, 23 Sep 2009, | 7

Jadilah Dapur dan Rumah Dermawan Bagi Panggilan
Paroki Onekore Rayakan Pesta Emas

ENDE, Timex-Adalah sebuah kebahagiaan besar bila memasuki usia 50 tahun (usia emas). Perayaan syukur atas usia emas merupakan momen yang harus dilaksanakan termasuk oleh Gereja St. Yoseph Onekore yang genap berusia 50 tahun, Senin (21/9) dan merayakan yubileum emasnya.

Rasa syukur diungkapkan oleh umat Paroki St. Yoseph Onekore dan undangan lainnya dengan menggelar misa akbar bertempat di Gereja St. Yoseph Onekore. Selebran utama adalah Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Pr dan didampingi oleh puluhan imam konselebran. Kemeriahan terasa karena partisipasi umat baik itu berupa tanggungan liturgi dan mengisi acara resepsi.

Dalam sambutan setelah misa, Mgr Sensi Potokota mengharapkan agar Paroki Onekore hendaknya menjadi dapur dan rumah dermawan bagi panggilan hidup membiara. Karena menurutnya, di tengah jaman yang penuh dengan sekularisasi, sedikit orang yang berniat menjadi pelayan dan gembala umat.

Untuk itu diharapakan Onekore bisa menjadi dapur dan rumah untuk panggilan. “Kalau dilihat pada tahun ini untuk keuskupan kita hanya ditahbiskan enam orang imam diosesan. Saya harapkan ke depan paroki ini bisa menjadi dapur dan rumah bagi bertumbuhnya panggilan misioner untuk gereja lokal di keuskupan kita,” kata Mgr Sensi.

Mantan Uskup Maumere ini menambahkan, kebahagiaan yang dirasakan umat Paroki Onekore hendaknya menjadi titik awal untuk keberlanjutan ke depan demi membangun iman dan keselamatan umat.

Pada kesempatan itu Mgr. Sensi juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para imam Serikat Sabda Allah (SVD-Societas Verbi Divini) atas karyanya di Paroki Onekore mulai dari awal pembentukan melalui Pater Cornelissen, SVD hingga Pater Tarsis Juang Udjan, SVD saat ini. Mgr. Sensi juga memberi apresiasi kepada Provinsial SVD yang sudah memberikan para imamnya untuk berkarya di Paroki Onekore.

Mgr. Sensi juga memberi pesan agar umat Paroki Onekore bahu-membahu membangun gereja bukan secara fisik semata tetapi lebih kepada membentuk kualitas iman. Hal ini karena menurutnya, Onekore memiliki banyak kantung kekayaan, baik pendidikan maupun SDM umatnya. “Karena itu butuh kecerdasan dalam berpastoral,” pesan Mgr. Sensi.

Sementara itu Pater Provinsial SVD Ende, Amatus Woy, SVD menyampaikan proficiat dan terima kasih kepada Uskup Agung Ende dan segenap umat Paroki Onekore karena mempercayakan imam SVD menggembalakan umat di wilayah tersebut. Dia juga mengharapkan ke depan semangat untuk memberi harus terparti di dalam hati.

Menurutnya, gereja yang misioner adalah gereja yang memberi, bukan saja kepada mereka yang berada tetapi juga kepada mereka yang terpinggirkan. Karena menurutnya, gereja bisa tumbuh dan berkembang kalau gereja itu memberi. “Ketika kita memberi hati di sana kita diberi upah oleh Tuhan,” katanya.

Pada kesempatan itu, hadir ribuan umat yang memadati gereja baik itu dari Onekore sendiri maupun dari paroki lain di dalam wilayah perkotaan seperti Katedral dan Mautapaga. Hadir pula para Muspida dan tokoh umat dari agama lainnya. (kr7)