Rabu, 23 Sep 2009, | 16

Mendapat Beragam Tanggapan
Pemkab Ende Rencana Hentikan Raskin

ENDE, Timex-Wacana tentang penghentian bantuan beras untuk masyakarat miskin (Raskin) tahun 2010 yang terus didengungkan Pemerintah Kabupaten Ende dalam hal oleh Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge mendapat tanggapan beragam. Namun, Bupati Wangge tetap konsisten pada kebijakan tersebut.
Menurut Bupati Wangge, pemberian Raskin dinilai tidak menolong masyarakat karena tidak mendidik masyarakat melainkan membuat masyarakat bermental malas. Karena itu tekad Bupati Wangge pada tahun 2010 program pemberian Raskin akan dihentikan.

Salah seorang anggota DPRD Ende, Efraim Belarminus ketika dimintai tanggapannya, Selasa (15/9) di gedung dewan mengatakan adalah langkah berani pemerintah daerah untuk menghentikan pemberian Raskin. Apalagi, katanya, Raskin sangat membantu masyarakat terutama bagi mereka yang tidak mempunyai lahan pertanian, miskin dan yang tidak mampu.

“Pemberhentian ini baik tetapi bagi mereka yang miskin dan kurang mampu. Tetapi saya berpikir lama-kelamaan dapat mendidik mereka untuk malas bekerja karena mereka berpikir toh pada akhirnya mereka mendapat pembagian beras Raskin. Meskipun demikian saya mendukung sepenuhnya langkah bupati yang saya anggap berani,” kata Efraim.

Dirinya mengharapakan agar jika benar-benar dilaksanakan perlu dipersiapkan terlebih dahulu yakni harus didukung dengan peningkatan pertanian yang lebih optimal.

“Boleh menghentikan Raskin tetapi harus ada peningkatan di bidang pertanian. Pertanian kita harus lebih bagus lagi, penyuluh pertanian harus dioptimalkan lagi, anggara untuk pertanian harus lebih banyak lagi dan lahaan pertanian harus digunakan lagi,” demikian kata Efraim dari Partai Pemuda Indonesia ini.

Anggota dewan lainnya, Emanuiel Mbipi juga meyetujui tekad yang dicanangkan Bupati untuk meghentikan Raskin pada tahun 2010. Namun, dirinya sangat mengharapkan agar pemerintah daerah perlu mempersiapkan warga. Hal ini karena menurutnya, banyak masyarakat yang tidak mempunyai lahan garapan untuk pertanian. “Banyak warga yang masih kurang mampu dalam perekonomiannya,” katanya.

Selama ini, katanya, masyarakat masih bergantung dengan Raskin yang dibagikan oleh pemerintah. “Pemerintah harus giatkan sektor pertanian. Juga sosialisasi tentang pangan lokal bahwa bukan saja beras yang dikonsumsi tetapi juga umbi-umbian dan jenis pangan lainnya dapat dijadikan makanan pokok masyarakat.

Pemerintah daerah harus juga memahami, bahwa bukan semua masyarakat memiliki lahan untuk bertani. Karena itu solusi yang tepat bagi mereka harus diberikan sehingga tidak trjadi gejolak jika dihentikannya pemberian Raskin kepada masyarakat,” kata anggota dewan dari Partai Golkar ini.

Bupati Ende Don Bosco M. Wangge dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan akan menghentikan program Raskin kepada masyarakat. Penghentian ini karena menurutnya dapat mendidik masyarakat bermental malas. Ia juga mengatakan, tekadnya akan diwujudkan pada tahun 2010.

Program ini, katanya, semata-mata untuk membangkitkan masyarakat mencintai panagan lokal dan tidak bergantung pada beras. Apalagi, lanjutnya, Raskin sebenarnya tidak layak untuk konsumsi karena kandungan gizinya cukup rendah. (kr7)