Jumat, 25 Sep 2009, | 4

Jambore PAR Ajang Pengembangan Talenta

ENDE, Timex-Kegiatan Jambore Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) merupakan ajang pembentukan dan pengembangan talenta yang diberikan Tuhan. Karena itu diharapakan agar ajang ini dapat dijadikan momen untuk berpartisipasi aktif dan membina persekutuan anak di dalam gereja.
Demikian sambutan Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge, Rabu (23/9) ketika membuka kegiatan Jambore PAR yang dilaksanakan Gereja Masehi Injili Timor Klasis Flores di Gereja Shalom Ende. Dikatakan Wangge, bukanlah merupakan suatu kebetulan peristiwa tersebut, tetapi atas penyelenggaran Tuhan. Karena itu diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung dengan sukses.

“Harapan saya kegiatan ini berlangsung sukses dan penuh persaudaraan. Karena menghadapi arus globalisasi di setiap aspek kehidupan manusia yang serba instant dapat membawa dampak atau konsekuensi pada perkembangan anak dan remaja. Kondisi seperti ini menjadi tantangan bagi para orang tua,” kata Wangge.

Wangge juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ende menyambut baik kegiatan ini dan memberi apresiasi khusus kepada para peserta. Wangge mengingatkan, lomba bukanlah suatu tujuan akhir dari pertemuan ini tetapi tujuan utama yakni terbentuknya ikatan bathin dan solidaritas diantara para anak.

Ketua Panitia Jambore PAR Wilayah Klasis Flores, Mauritus Bunga dalam laporannya mengatakan Jambore ini dilaksanakan selama tiga hari yakni sejak hari Rabu (23/9) hingga Jumad (25/9). Selama kegiatan tersebut akan digelar berbagai perlombaan seperti cerdas cermat Alkitab, lomba lacak Alkitab, lomba solis, lomba vocal grup, lomba jelajah medan, lomba menggambar dan lomba fragmentasi. Jambore PAR tersebut diikuti 149 peserta yang terhimpun dalam sembilan jemaat wilayah.

Koordinator Persekutuan Wilayah Klasis Flores, Soleman Uly Loni pada kesempatan itu mengatakan, GMIT memahami bahwa gereja dan orang-orang yang percaya tidak sekadar ada dalam meneruskan kedamaian Allah untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, termasuk anak-anak dan remaja. “Karena anak-anak adalah gereja masa kini dan masa depan. Karena itu adalah tangung jawab orang tua dan gereja dalam mempersiapkan para remaja dan anak-anak,” katanya.

Sebelum acara pembukaan Jambore PAR tersebut dilaksanakan ibadah pembukaan yang dipimpin Pendeta LL Uly Tjung bertempat di Gereja Shalom Ende. Hadir mengisi acara pembukaan Jambore PAR ini para anak dan remaja lintas agama. Mereka mengisi dengan menampilkan atraksi kesenian. Diantaranya dari siswa-siswi Sekolah Dasar Katolik Ursula dengan menampilkan permainan angklung. Juga tampil paduan suara dari anak-anak Sekami Keuskupan Agung Ende dan tarian dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Ende. (kr7)