Jangan Merasa Hina untuk Minta Maaf
Perayaan Idul Fitri di Ende
Rabu, 23 September 2009 | 09:13 WITA

ENDE, POS KUPANG.COM — “Saling memaafkan akan kembali membawa kita menjadi mulia. Karena itu, kita jangan menjadi sombong karena telah memberi maaf, dan jangan merasa hina untuk meminta maaf. Saling memaaftkan adalah hal yang mutlak pada hari raya Idul Fitri”.

Demikian pesan khotib Munawar A. Achmad, S.Sos, dalam khotbah saat sholat id di Lapangan Bung Karno- Ende, Minggu (20/9/2009) pagi.

Achmad mengatakan, saling memaafkan merupakan hal yang mutlak karena puasa Ramadhan merupakan “penataran raksasa” bagi keimanan dan ketaqwaan yang telah dilaksanakan untuk menuntun umat kepada rujuk dan berbaikan dengan Allah.

Achmad mengajak kaum muslimin dan muslimat yang hadir dalam sholat id untuk kembali dengan membawa kedamaian bagi diri sendiri dan sesama. Dengan demikian, saling mendukung dan membantu dalam merayakan Idul Fitri kali ini akan semakin membawa nilai kedamaian bagi kaum muslimin dan muslimat, serta seluruh masyarakat Ende.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Ende agar terus mendukung program pemerintah untuk membangun Kabupaten Ende menjadi daerah yang lebih baik.

“Saling maaf-memaafkan harus kita jalani dalam merayakan Idul Fitri sehingga terciptalah suasana kekeluargaan dan persaudaraan yang menentramkan. Suami-istri merajut kembali cinta kasih mereka, orang-orang sesama teman, sahabat, tetangga, serta relasi kembali dan saling bertegur sapa menghidupkan kembali tatanan masyarakat yang saling asah, asih, asuh, dan terhindar dari sifat kesombongan,” jelas Achmad.

Wakil Bupati (Wabup) Ende, Drs. Achmad Mochdar juga memberikan ucapan selamat Idul Fitri kepada masyarakat Ende usai sholat id.

“Benar apa yang dikatakan khotib bahwa saling memaafkan sangat penting menyambut Idul Fitri, dan juga aset bagi pembangunan daerah ini. Kepada seluruh masyarakat di kabupaten, baik yang merayakan Idul Fitri maupun yang tidak, saya berharap semuanya dapat memberikan dukungan yang sama kepada pemerintah untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik di masa mendatang,” tegas Mochdar.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ende, Drs. Abdurahman Aroenboeman, yang hadir dalam sholat id menegaskan, sebagai Ketua MUI, dirinya berharap kemenangan yang digapai muslimin dan muslimat dalam melawan lapar, haus dan segala nafsu jahat selama bulan Ramadhan dapat menjadi modal untuk membentuk hidup yang lebih baik ke depan.

DARI Kota Bajawa dilaporkan, Imam Drs. Zainullah, MH, saat memimpin sholat id, perayaan Idul Fitri 1430 H, di Masjid Agung Al- Ghuraba Baiturraman, Bajawa, Minggu (20/9/2009) pagi, mengatakan, perayaan Idul Fitri merupakan momentum untuk berbenah diri.

Setiap manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Idul Fitri saat yang tepat untuk memperbaiki setiap kesalahan dan membangun diri dengan kebersihan hati dan saling memaafkan. Sholat Ied dihadiri ribuan jamaah memadati hingga halaman masjid. Usai sholat id dilanjutkan silaturahmi bersalaman dan saling bermaaf-maafan.

Sebelumnya, menjelang perayaan Idul Fitri diadakan malam takbiran keliling Kota Bajawa berlangsung pukul 20.00-21.00 Wita dilepas Kapolres Ngada, AKBP Dadang Suhendar, S.H, M.H dengan rute dari Mesjid Baiturrahman menuju Polres Ngada, Lapangan Kartini, Kodim 1625, Pertamina, Koramil, Mengeruda, Gereja St. Yosef, SMA Regina Pacis, kembali ke polres dan berakhir di Masjid Baiturachman. (dd)