Jeffri Gonanto Minta Keadilan
Kamis, 24 September 2009 | 09:00 WITA

ENDE, POS KUPANG.Com — Jeffri Gonanto, pemilik kendaraan Perdana Jaya, yang ditahan karena mengangkut 72 batang kayu gelondongan dari Ruteng ke Maumere, kini hanya dapat berdoa meminta keadilan dari Tuhan. Hal ini terjadi karena dua unit mobil beserta kayunya hingga kini masih ditahan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende.

Sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Ende, Kamis (17/6/2009), terdakwa bebas dari semua tuntutan hukum yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), karena bukan merupakan tindak pidana, melainkan hanya kelalaian administrasi. Demikian diungkapkan Gonanto, saat ditemui dikediamannya, Rabu (23/9/2009) petang.

Gonanto mengungkapkan, tidak dapat mengambil tindakan apa-apa lagi dan hanya pasrah dengan keadaan yang dialaminya. “Saya tidak tahu harus buat apa lagi, karena kita ini awam hukum. Sejauh yang kami tahu, mobil Perdana Jaya, Flores Indah dan kayu yang ada dalam mobil Perdana Jaya harusnya dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing sesuai dengan tuntutan hukum da putusan pengadilan. Tetapi entah alasan apa, sehingga pihak JPU belum mengizinkan kami untuk mengambilnya,” keluh Gonanto.

Secara terpisah, penasehat hukum Gonanto, Sonda Fabianus, S.H, membenarkan apa yang dikeluhkan kliennya. Karena sesuai dengan putusan pengadilan, dan tuntutan yang diajukan JPU, seluruh kayu yang ada di mobil Perdana Jaya, beserta mobil Perdana Jaya dan Flores Indah dikembalikan kepada pemilik masing-masing karena tidak terbukti adanya tindak pidana.

“Jika JPU dengan alasan kasasi untuk tetap menahan kayu dan kendaraan yang ditahan, JPU hanya bisa menahan kayu yang berada di atas mobil Flores Indah, sesuai dengan tuntutannya. Karena JPU sendiri hanya menuntut terdakwa ditahan dua tahun, enam bulan penjara dan kayu yang ada di mobil Flores Indah disita untuk negara,” jelas Sonda.

Sonda juga menjelaskan, ia dan kliennya sudah berupaya menerima ini sebagai bagian dalam proses hukum yang sedang dilakukan JPU. Namun permohonan pinjam pakai yang diajukan kepada pihak kejaksaan dan PN Ende juga tidak diterima. Karena itu, Sonda menjelaskan, dalam waktu dekat, dirinya akan melayangkan surat permintaan pinjam-pakai ke Mahkamah Agung (MA), di Jakarta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Marihot Silalahi, S.H. yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya Rabu (23/9/2009) petang, menolak memberikan komentar karena sedang berada di luar kota . Silalahi, sendiri meminta wartawan untuk menunggunya kembali ke Ende baru bisa memberikan keterangan. (bb)