OMK Harus Beri Perubahan
Rabu, 23 September 2009 | 09:08 WITA

ENDE, POS-KUPANG.COM — Orang Muda Katolik (OMK) harus bisa berperan dalam misi kesaksian gereja. Untuk itu, OMK harus mampu bersaksi dan memberikan perubahan dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat dan bernegara.

Harapan ini disampaikan Uskup Agung Ende, Mgr. Vincensius Sensi Potokota, Pr, dalam misa penutupan kegiatan Tri Hari Jumpa OMK di Paroki St. Fransiskus Xaverius Wolotopo, Minggu (20/9/2009). Uskup Vincen Potokota menegaskan, orang muda saat ini harus bisa berpikir kreatif dan inovatif jika tidak ingin termarginalisasi dalam pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), saat ini.

“Dunia masa depan membutuhkan generasi yang inovatif dalam berpikir dan bertindak. Karena itu, kesediaan untuk belajar adalah modal bagi OMK untuk mencapai harapan-harapan yang diinginkan,” tegas Potokota.

Potokota berharap, OMK terus menyadarkan diri untuk dapat melahirkan pembaharuan dalam segala sisi kehidupan, baik kehidupan bergereja, bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, OMK harus mampu mempersiapkan diri, menangkap peluang, tidak hanya dengan menunggu tapi dengan memaksimalkan potensi diri dengan keterampilan yang memadai.

“Kita harus terus menyadarkan diri, karena kita adalah subjek dari perubahan itu,” tegasnya.

Selanjutnya, Uskup Agung Ende juga menyatakan kebanggaannya kepada panitia dan seluruh OMK yang turut berpartisipasi dalam kegiatan Tri Hari Jumpa OMK karena kegiatan yang melibatkan ribuan OMK ini berjalan dengan sukses di Desa Wolotopo. “Saya bangga di paroki yang gersang ini dapat terjadi sesuatu yang besar,” jelas Potokota.

Sementara Bupati Ende, Drs. Don Bosco Wangge, dalam acara ini, menegaskan, pemerintah menaruh perhatian besar pada orang muda. Bupati Ende Wangge memberikan tantangan kepada OMK untuk memberikan usul saran dan kebutuhan konkrit yang dapat diaplikasikan melalui program pemerintah.

“Saya menantang OMK untuk memberikan usulan program kepada pemerintah. Jika usulan itu datang tepat pada waktunya, dapat dibahas bersama dalam musrembang untuk disatukan dengan program pemerintah,” tegas Wangge.

Ia juga menegaskan, untuk pembiayaan kegiatan orang muda dengan kisaran dana 100 – 150 juta rupiah bukanlah sebuah masalah baginya. Karena hasil yang akan diperoleh kemudian, jauh lebih besar.

Turut hadir, Ketua TP PKK Kabupaten Ende, Masdiana Felisitas Wangge, Ketua DPRD sementara Ende, Ir. Marselinus YM Petu, pastor pendamping dari 25 paroki se-Kevikepan Ende, biarawan-biarawati, anggota DPRD Ende, para camat, sejumlah pejabat teras dan ratusan undangan. (bb)