Puskesmas Ngalupolo Mubazir
Kamis, 24 September 2009 | 09:53 WITA

ENDE, POS-KUPANG.COM — Sejak dibangun tahun 2005/2006, Puskesmas Ngalupolo di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, dibiarkan mubazir. Tidak ada aktivitas pelayanan kesehatan di puskesmas ini. Rumah dinas dokter pun mubazir dan halamannya menjadi tempat warga mengikat ternaknya.

Mubazirnya puekesmas tersebut membuat warga sangat kesulitan saat membutuhkan perawatan kesehatan. Warga yang sakit, ibu-ibu hamil yang mau melahirkan, terpaksa harus dibawa ke Ende, sekitar 12 kilometer jauhnya, melewati jalan raya yang sudah rusak parah.

Pantauan Pos Kupang, Rabu (23/9/2009), untuk mencapai pusat desa ini harus melalui kondisi jalan yang sulit. Di desa ini berdiri kokoh gedung puskesmas, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti bak air minum dan rumah paramedis.

Namun bangunan megah itu ditelantarkan. Dua tiang teras rumah dinas dokter yang berdiri kokoh, menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengikat kambing. Rumah paramedis ini terlihat bangunannya masih baru. Namun sayangnya bangunan itu tidak dimanfaatkan sehingga mubazir.

Muhamad Basri (49), warga RT/RW 01/01, Dusun I, Desa Ngalupolo yang ditemui di depan rumah paramedis di Ngalupulo, mengatakan, bangunan paramedis sudah selesai dibangun sekitar tahun 2005/2006 namun tidak ada petugas medis yang menempatinya.

Basri mengaku, masyarakat sangat kecewa dengan perilaku paramedis yang tidak mau menempati rumah yang disediakan pemerintah. Padahal rumah dinas tersebut dibangun dengan biaya besar. Dengan ketiadaan peugas medis di desa ini, maka masyarakat yang sakit maupun mengalami kecelakaan, serta ibu yang mau melahirkan harus dibawa ke Ende.

“Kami harus membawa keluarga yang sakit ke Ende untuk mendapat perawatan. Seharusnya bisa dilayani di sini. Juga ada anak yang mengalami kecelakaan di jalan dengan sepeda motor terpaksa kami bawa ke Ende,” kisah Basri.

Kepala Desa (Kades) Ngalupolo, Raymundus Ruu, mengatakan, seluruh fasilitas medis sudah tersedia termasuk rumah dinas untuk paramedis, namun belum ada petugas yang menempatinya.

“Saya tidak tahu, apa lagi yang harus disiapkan baru mereka mau kerja. Sejak pertama kali paramedis ditempatkan di Puskesmas Ngalupolo, mereka minta ini dan itu dan semua dipenuhi. Mulai dari kantor, jalan, penginapan (rumah dinas), air, kendaraan, namun petugas medis tetap tidak mau tinggal menetap di sini. Di rumah dinas itu juga kami sudah siapkan dua unit genset untuk fasilitas penerangan,” tutur Ruu.

Ruu meminta Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Ende agar mengatur tenaga paramedis secara merata agar mau melaksanakan tugas dan menetap di desanya.

“Saya khawatir warga kecewa karena rumah dinas tidak ditempati lalu mereka merobohkannya. Pemerintah harus memberikan penegasan kepada petugas medis untuk kembali melaksanakan tugas di sini. Warga datang berobat tapi tidak ada bidan. Ada dokter yang datang melayani pasien sendiri tanpa paramedis (bidan/perawat). Dokter mau menempati rumah dinas ini tapi petugas medis tidak memberikan kuncinya sehingga ibu dokter harus tinggal di Desa Wolotopo,” ungkap Ruu. (bb)