Jumat, 02 Oct 2009, | 5
350 Ekor Sapi Diberi Vaksin

ENDE, Timex-Sebanyak 350 ekor sapi di Dusun Ela Melo, Desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende diberi vaksin oleh Kepala Resort Pos Kesehatan Hewan Wewaria, Apolinarius Titi bersama anggotanya, Rabu (30/9) di Molungapi.

Hadir pada kesempatan itu anggota DPRD Ende, Gabriel Dala Ema. Bahkan Gabriel diberi kesempatan untuk memberi vaksin kepada sapi-sapi tersebut. Pemberian vaksin tersebut atas inisiatif Pos Kesehatan Hewan setempat dan juga kelompok peternak di Desa Mukusaki.

Penggagas utama dari kelompok peternak ‘Metu Pembu Mosa Doa’, Gervas Mali saat sapaan awal mengatakan, anggota kelompok ternak tersebut merasa gembira atas terselenggaranya vaksin tersebut. “Kami sangat gembira karena ternak kami mendapat vaksin,” katanya.

Gervas juga memberi apresiasi terhadap kehadiran anggota dewan, Gabriel Dala Ema yang berasal dari Dapil IV yang meliputi wilayah Kecamatan Wewaria. Ia mengatakan, kehadiran anggota dewan mengindikasikan bentuk perhatian yang amat besar terhadap keberadaan kelompok ini dalam pengembangan ternak sapi di wilayah tersebut. Ke depan, lanjutnya, ia mengharapkan lembaga dewan bisa membantu dalam kaitan dengan kebijakan pengalokasian anggaran dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan anggota kelompok ternak tersebut.

Sementara Gabriel Dala Ema pada kesempatan itu memberi tanggapan positip terhadap kelompok ternak di desa tersebut. Dikatakan Gabriel, kelompok tersebut mengatakan kelompok tersebut harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam hal pemeliharaan ternak. Cara yang dilakukan, kata Gabriel, dengan melakukan pelatihan yang melibatkan pemerintah dan pihak swasta yang memiliki kepedulian ternak kelompok peternak.

“Saya sangat terkesan dengan adanya kehadiran peternak dengan jumlah sapi yang mencapai ratusan ini untuk diberi vaksin. Diharapkan bimbingan dan pendampingan terhadap kelompok ternak ini tidak berhenti di sini. Tetapi terus berlangsung untuk seterusnya. Saya lihat betapa tertibnya hewan-hewan ini. Kalau hewannya sendiri tertib harapan saya peternaknya lebih tertib,” kata Gabriel.

Ia mengatakan hal ini untuk memberikan penyadaran kepada peternak bahwa untuk berhasil maka harus disiplin dalam melakukan usahanya. Ia mengingatkan peternak untuk menjaga areal yang menjadi sumber pakan ternak. Hal ini karena sering terjadi kebakaran lahan saat musim panas yang mengakibatkan kurangnya pakan ternak.

Sementara itu, Kepala Resort/Pos Kesehatan Hewan, Apolinarius Titi menjelaskan mengenai jenis vaksin yang diberikan kepada ternak sapi. Vaksin tersebut adalah vitamin, vaksin SE, vaksin cacing dan vaksin antrax. Ia juga mengeluhkan minimnya tenaga lapangan serta minimnya ketersediaan pakan ternak pada musim kemarau seperti sekarang ini. Ia juga memiliki obsesi membangun lumbung untuk menyimpan persediaan pakan dalam menghadapi musim kemarau.

Sementara itu Kepala Desa Mukusaki, Yosafat Angi Wara mengatakan kelompok peternak di desa tersebut sangat berperan dalam membantu anggotanya. Karena itu ia mengharapkan dukungan dari pemerintah agar memberikan pendidikan dan pelatihan sehingga pengetahuan anggota kelompok tani mengenai pemeliharaan ternak sapi semakin baik.

Desa Mukusaki sendiri, kata Yosafat, sudah memberikan bantuan kepada kelompok tani tersebut sebanyak Rp25 juta pada tahun 2007. Bantuan tersebut untuk membangun bak penampung air minum yang digunakan untuk ternak sapi. Ke depan, katanya, pemerintah desa akan terus berupaya membantu sesuai dengan anggaran yang ada.

Jumlah anggota kelompok ternak ini sebanyak 40 orang dengan luas areal penggembalaan ternak mencapai 350 hektar yang diapit oleh beberapa bukit. Dari 350 hektar itu, yang sudah dipagari kawat berduri untuk pengamanan seluas 100 hektar. (kr7)