Oleh Yusvina Nona
Ende, Flores Pos

Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dalam bulan September, telah melayani sedikitnya 93 orang korban gigitan anjing Rabies dari luar kabupaten Ende, di antaranya dari kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Demikian M. Dorkas Banda, Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ende di ruang kerjanya, Kamis (1/10).Lebih lanjut, Dorkas mengatakan, dampak dari pelayanan ini menyebabkan persediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Dinas Kesehatan Kabupaten Ende saat ini mengalami kekosongan.

Kekosongan persediaan VAR tersebut, menyebabkan korban gigitan anjing rabies yang dialami oleh masyarakat di kabupaten Ende ketika mendataingi Dinkes, terpaksa dirujuk ke Kabupaten Nagekeo.“Kami (Dinkes Ende) sudah ada perjanjian lisan dengan Dinas Kesehatan kabupaten Nagekeo. Perjanjian lisan ini, berisikan saling membantu antara ke dua kabupaten khusus pada penanganan kasus gigitan anjing rabies.”

Langkah lanjutannya, jelas Dorkas, Dinkes Ende sedang memproses permintaan VAR melalui Kimia Farma yang diproses melalui pabrik Bio Farma di Jakarta. Pengadaan VAR tersebut, dibiayai sendiri oleh Daerah dengan menggunakan dana APBD II. Saat ini, lanjutnya, alokasi dana yang disediakan sebesar Rp. 137.500.000,- untuk 250 kur atau 1000 vial. Sementara, waktu yang dibutuhkan proses pengadaan kurang lebih dua minggu.

“Kami telah minta ijin Bapak Bupati untuk menswakelolahkan pengadaan VAR ini tanpa melalui proses tender, dan telah disetujui.” Jelas Dorkas. Menyinggung banyaknya suntikan VAR kepada korban gigitan anjing rabies, Dorkas menjelaskan satu korban gigitan membutuhkan rata-rata empat vial untuk kasus gigitan dan dua sampai tiga kali untuk kasus gigitan ringan.

Dikonfirmasi per telpon, Kadiskes Kabupaten Ende dr. Gusti Ngasu, mengatakan: Bupati Ende Don Bosco M. Wangge juga telah memberikan peluang kepada Dinkes Ende, bahwa apabila terjadi kekosongan stok, maka dapat mengadakan persediaan VAR melalui pos anggaran tanggap darurat.

Dokter Gusti Ngasu juga mengatakan, dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan bersama Kepala Daerah sedaratan Flores-Lembata untuk membicarakan masalah kesehatan rakyat di dareah ini, yang salah satu topiknya adalah perjanjian antar Kabuapten dalam penanggulangan masalah Rabies.