Rabu, 30 Sep 2009, | 8
ENDE : Anggota Dewan Harap Perbaikan Jalan

Tingginya angka kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Ende akibat kondisi jalan dan jembatan yang kurang baik membuat anggota DPRD Ende mendatangi kantor Satker NVT Preverasi Jalan dan Jembatan, Selasa (29/9) guna mengetahui kondisi jalan sekaligus mengharapkan adanya perbaikan.

Anggota dewan yang melakukan pertemuan tersenbut adalah Maria Gorety Lado Lay (PDIP), Arminus W Wasa (Partai Demokrat) dan Eurikos Rede (PKDI). Kepada Kepala Satker, Leo Sigit, tiga anggota dewan itu mengharapkan adanya upaya untuk memperbaiki kondisi jalan di Ende secara bertahap.

Kedatangan tiba-tiba itu, kata Arminus, karena keprihatinan terhadap kondisi jalan saat ini dimana terjadi banyak kerusakan. Akibanya, terjadi banyak angka kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Kedatangan mereka juga, katanya, hendak mengetahui sudah sejauhmana instansi yang besangkutan menanggapi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Ende khususnya para pengguna jalan.

Kepada para anggota dewan, Leo Sigit mengatakan pihaknya sudah bekerja maksimal dengan memasang rambu-rambu jalan, namun sayangnya rambu tersebut hilang diambil dan dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun saat ini, kata Leo Sigit, pihaknya sudah kembali mencetak patok-patok batas dan diperkirakan rampung dalam waktu dekat.

“Kami sedang mencetak patok-patok batas untuk dijadikan rambu bagi pengguna jalan. Kalau sudah selesai secepatnya akan dipatok,” kata Leo Sigit. Ia mengatakan, badan jalan sesuai aturan harus lebar enam meter. Namun, baru mencapai 4,5 meter. Karena itu ke depan, kata Leo Sigit, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan dewan untuk melakukan sosialisasi kepada penduduk yang berdiam di sekitar jalan untuk mengijinkan tanahnya untuk perluasan jalan.

Permintaan Leo Sigit ini mendapat tanggapan positif dari anggota dewan. “Kami dari dewan akan menyetujui hal ini. Karena itu koordinasikan dengan dewan sehingga ke depan secara bersama mengadakan sosisalisasi,” kata Armin.

Yang harus dilakukan, kata Armin, pertama adalah mengudang para camat dan kepala desa untuk membicarakan persoalan tersebut. Maria Gorety Lay juga mengharapakan agar ke depan batas-batas jalan harus diperjelas sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan yang selama ini disinyalir akibat tidak adanya pembatas jalan dan rambu-rambu lalu lintas.

Sementara itu, Erikos Rede mengharapkan lebih banyak orientasi perbaikan jalan ke arah timur. Menurutnya angka kecelakan tertinggi terjadi di wilayah timur kota Ende. Seperti yang baru-baru ini terjadi sebanyak sembilan orang meninggal dunia akibat kendaraan masuk jurang di kilometer 11 arah timur kota Ende. Kejadian itu karena tidak adanya pembatas antara badan jalan dan pinggir jalan.

Terhadap masukan ini, Leo Sigit berjanji untuk berkoordinasi dengan instansinya dan bersama-sama akan membuat pembatas jalan secepat mungkin dan menempatkan di daerah rawan kecelakaan. Selain itu memasang rambu-rambu lalu lintas. (kr7)

Sumber : http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=36785