Sabtu, 03 Oct 2009, | 1
Nelayan Watu Bara Keluhkan Hasil Tangkapan

ENDE, Timex-Nelayan di Watu Bara, Kabupaten Ende belakangan ini mengeluhkan menurunnya hasil tangkapan. Hal ini karena terbatasnya peralatan penangkap ikan yang dimiliki. Nelayan masih menggunakan peralatan tradisional dalam menangkap ikan.

Seperti yang dikeluhkan Mus, seorang nelayan di Watu Bara kepada koran ini, Rabu (30/9) ketika ditemui di pantai Molungapi, Ela Melo, Desa Mukusaki, Kecamatan Wewaria. Dikatakan Mus, dengan sampan kecil yang diberi motor tempel, dirinya hanya bisa mencari ikan di sekitar pesisir pantai. “Saya tidak bisa sampai ke tengah karena perahu saya kecil dengan mesin hanya motor tempel,” kata Mus.

Karena itu, Mus mengaku hasil tangkapannya tidak seberapa. Ia mengatakan, hasil tangkapan hanya cukup untuk makan. Sehingga untuk biaya pendidikan dan kesehatan, ia mengaku harus mencari usaha sampingan. “Memang kadang juga hasil tangkapan baik, namun tidak menentu. Apalagi kalau musim barat,” kata Mus.

Karena itu, ia mengharapkan bantuan dari pemerintah terutama sampan yang ukurannya lebih besar lengkap dengan motornya. Mus mengatakan, pihaknya tidak mampu membeli sampan dalam ukuran yang lebih besar karena harganya tidak terjangkau.

“Kami hanya menggunakan kapal kecil atau sampan yang digerakan oleh motor kecil. Karena itu hasil yang didapat tentu jauh dari mencukupi. Untuk itu kami minta bantuan dari pemerintah daerah untuk memberikan kredit atau pinjaman ataupun bantuan langsung kepada kami nelayan di sini,” kata Mus.

Ia mengatakan, jika pemerintah dapat memberikan bantuan atau kredit lunak kepada pihaknya, maka dirinya yakin hasil tangkapan akan lebih baik dan berdampak pada ekonomi keluarga yang lebih baik. Selama ini, katanya, yang mencari ikan di wilayah perairan Watu Barat lebih didominasi nelayan dari luar karena memiliki peralatan yang memadai.

Mus juga berkesempatan menyampaikan permintaannya kepada anggota DPRD Ende, Gabriel Ema yang saat itu mengunjungi wilayah tersebut. Mus mengharapkan anggota dewan dari Dapil Kecamatan Wewaria ini dapat memperjuangkan tuntutan mereka. Menjawab permintaan tersebut, Gabriel Ema berjanji utuk memperjuangkan melalui lembaga dewan. Namun, dengan catatan nelayan harus mengajukan proposal kepada pemerintah.

“Saya mengharapakan agar proposal itu dibuat bukan untuk perorangan. Buatlah kelompok nelayan karena pemerintah bantu bukan untuk orang-perorang tetapi untuk kelompok. Saya akan coba berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk membantu kebutuhan para nelayan di tempat ini,” kata Ema.

Di sepanjang pantai Molungapi terlihat banyak perahu ukuran besar yang sedang berlabuh namun bukan milik warga di sekitar tempat tersebut. Kapal-kapal itu milik nelayan dari daerah lain yang menangkap ikan di perairan tersebut. (kr7)