Senin, 28 September 2009 | 17:42 WITA

ENDE, POS KUPANG.Com— Pedagang di Pasar Wolowona di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur sering berjualan sampai di badan jalan raya Trans Flores.

Ruas jalan menjadi sempit dan arus lalu lintas di pasar itu sering macet. Sopir harus memperlambat laju kendaraannya karena takur menyenggol barang jualan pedagang.

Pantauan Pos Kupang, lalu lintas di jalan depan Pasar Wolowona itu sangat semrawut.

Kondisi ini mencapai puncaknya pada setiap hari Jumat yang merupakan hari pasar. Setiap hari Jumat, ratusan pedagang, bebas menggelar barang dagangan mereka di badan jalan. Bahkan petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Ende harus mengalah dan mengalihkan kendaraan untuk melewati jalur jalan alternatif di sekitar kompleks pasar.

Selain itu, terlihat tanda larangan dipasang di pintu masuk menuju pasar memberikan isyarat kendaraan tidak diperkenankan masuk area pasar. Meskipun telah ada petugas maupun tanda larangan namun masih ada pengguna kendaraan yang membawa masuk kendaraannya ke dalam pasar.

Selain itu, pedagang ikan kerap membuang air bekas cucian ikan di kompleks pasar sehingga bau amis menyengat hidung.

Anselmus Lele, seorang pengguna jalan ditemui saat hendak ke Kota Ende dalam perjalanan dari Maumere, mengatakan sangat terganggu karena jalur jalan mestinya bebas dari hambatan. Apalagi ruas jalan negara.

Dia mengharapkan pengertian masyarakat untuk tidak berjualan di badan jalan. Selain itu, ia meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap keadaan tersebut dengan menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan.

Camat Ende Timur, Mayalus Frayalus yang ditemui terpisah mengatakan, Pasar Wolowona cukup sembrawut. Dalam waktu dekat dia akan berusaha menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. (rom)