Selasa, 6 Oktober 2009 | 17:04 WITA

ENDE, POS-KUPANG.COM–Sebanyak 50 kepala desa (kades) dari tiga kecamatan, yakni Nangapanda, Detusoko dan Kecamatan Lio Timur, bersama para camat, pastor paroki dan sejumlah lurah di Kabupaten Ende mengikuti sosialisasi progam pengembangan desa siaga, pos kesehatan desa dan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Aula Bekatigade Kabupaten Ende, Senin (5/10/2009).

Kepala UPTD Promosi Kesehatan Kabupaten Ende, Pertiwi, SKM, dalam laporan saat pembukaan kegiatan ini, mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan wawasan dan sikap peserta terhadap progam pengembangan desa siaga, dan poskesdes dalam upaya mendukung penanggunglangan permasalahan kematian ibu, bayi baru lahir dan balita.

Tujuan khusus untuk meningkatkan wawasan dan sikap para peserta terhadap program pengembangan desa siaga, serta poskesdes dalam upaya mendukung penanggulangan permasalahan kematian ibu, bayi baru lahir dan balita serta meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan pemberdayaan, penggerakan masyarakat.

Selain itu, penggalian sumber daya untuk kesinambungan serta kelangsungsan progam desa siaga dan poskesdes dalam mendukung upaya penanggulangan permasalahan kematian ibu, bayi baru lahir dan balita.

Kegiatan ini juga untuk mengintergrasikan berbagai kegiatan dalam progam pengembangan desa siaga dan poskesdes di tingkat desa dalam mendukung upaya penanggulangan permasalahan kematian ibu, bayi baru lahir dan balita serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan program dalam pengembangan desa siaga.

Khususnya camat, lurah dan kepala desa serta pastor paroki sebagai tokoh masyarakat mempunyai peran yang sangat strategis dalam menggerakan dan memberdayakan masyarakat dalam pengembangan desa siaga serta poskesdes, seperti menggali sumber daya untuk kesinambungan dan kelangsungan penyelenggaraan desa siaga, menuangi dan membina pokesdes serta menggerakan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan desa siaga.

Asisten II Setda Ende, Ir. Don Randa Ma, saat membacakan sambutan Bupati Ende, Drs. Don Bosco Wangge, Msi, mengatakan, pengembangan desa siaga membutuhkan upaya bersama dalam memberikan perhatian di bidang kesehatan terutama ibu dan anak. Indikatornya adalah berkurangnya angka kematian ibu hamil dan bayi. (rom)