Swasembada Pangan di kabupaten Ende sulit dicapai tanpa melakukan penganekaragaman pola konsumsi.Dan penganekaragaman pola konsumsi tidak akan dicapai tanpa upaya pengembangan kembali berbagai jenis pangan lokal yang saat ini kurang diproduksi secara optimal karena adanya pergeseran pola makan dan rendahnya apresiasi masyarakat.Demikian disampaikan Bupati Ende Drs Don Bosco M Wangge, M.Si dalam sambutan pada Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Kabupaten Ende di Kecamatan Maukaro, Sabtu (10/10) yang lalu.

Berkaitan dengan program Pemerintah Kabupaten Ende tentang Swasebada Pangan 2012, Bupati Don menegaskan semuanya bergantung dari kesadaran dan peran aktif masyarakat terutama dalam meningkatkan produksi dan pengaturan pola konsumsi. Dikatakan Bupati Don, dalam kurun tiga tahun terakhir ketersediaan pangan dibanding dengan kebutuhan konsumsi menunjukan peningkatan, yakni 71,64 % di tahun 2006 menjadi 72,18 % tahun 2007 dan 2008 meningkat 74,99% .Sedangkan konsumsi masih terfokus pada beras dengan tingkat konsumsi 5 Kg/kapita/thn sedang tingkat konsumsi pangan lain 68,2 KG EB / kapita/thn. Selanjutnya potensi wilayah untuk lahan basah untuk usaha petani seluas 6.950 Ha dengan produktifitas relatip rendah. Sedang lahan kering yang potensial untuk penegembangan pangan lokal seperti sorghum, jewawut, pisang, ubi, kacang seluas 43.800.Ha.

Untuk itu, Bupati Don mengatakan demi mencapai Swasembada Pangan perlu reoroientasi pola produksi dengan intensifikasi dan ekstensifikasi sehingga tidak terpaku pada padi tetapi juga pangan lainnya. Dan juga konsumsi masyarakat harus ada penganekaragaman pola konsumsi berbasis pada keanekaramaan pangan lokal daerah .Untuk itu tandas Don Wangge, perlu memperhatikan aspek pengolahan yang adalah kegiatan untuk meningkatkan nilai tambah produksi dan mempercepat diversivikasi konsumsi pangan lokal dengan penerapan teknologi sehingga menghasilkan produk pangan yang memenuhi syarat keragaman, mutu,gizi,keamanan dan kepraktisan baik pengangkutan , penyimpanan maupun penyajian.

Lebih jauh Don Wangge mengatakan, upaya membangun ketahanan pangan sudah jelas tidak saja membangun peningkatan produksi dan distribusi keseluruh wilayah tetapi juga menyangkut perbaikan pola konsumsi dan peningkatan pedapatan masyarakat guna mempercepat daya beli, karena berkaitan dengan pendapatan dan taraf hidup masyarakat. Karena itu membangun ketahan pangan berarti membangun perekonomian masyarakat. Hadir pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Kabupaten Ende Wakil Bupati Ende Drs. Achmad Mochdar, Ketua DPRD Kabupaten Ende Ir. Marselinus Petu, Para Anggota DPRD Kabupaten Ende , Seluruh Jajaran SKPD, Para Camat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Kelompok masyarakat serta LSM. (adm)

Sumber : http://www.endekab.go.id/index.php?menu=cds2&action=dibaca&id=184