Sabtu, 10 Oct 2009, | 29
Uskup Agung Ende Tabis Tiga Imam

ENDE, Timex-Tahun ini sepertinya menjadi tahun panen raya imam. Begitu banyak diakon yang ditahbiskan menjadi imam. Flores dilihat sebagai dapur imam untuk gereja sejagat. Namun, berapa pun yang ditahbiskan masih tetap berkekuranagan.

Demikian dikatakan Uskup Agung Ende Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Pr ketika memberi sambutan usai perayaan misa pentahbisan tiga imam baru di Gereja St. Yoseph Freinadametz, Mautapaga Ende, Kamis (8/10). Ketiga imam baru tersebut adalah Romo Feliksianus Stevenson Nara, Pr, Romo Agustinus Hani Wadhi, Pr dan Romo Ananius Markus Adam, OCD.

Mgr. Sensi juga mengharapkan agar para imam baru yang ditahbiskan menjaga komitmen dan janji setianya karena semuanya ini dilakukan untuk injil. “Banyak imam yang gagal karena adanya ikatan keluarga yang sangat besar. Kepada orang tua dan keluarga, anda sudah memberikan mereka dan jangan ganggu mereka dengan apapun bentuknya kecuali dengan doa,” kata Mgr. Sensi.

Sementara dalam kotbahnya, Mgr. Sensi mengutip Injil Mateus tentang domba yang kehilangan gembala memberi pesan kepada tiga Yubilaris tentang kebajikan nurani dan kepekaan merupakan keutamaan imaniah yang wajib dilaksanakan. “Seorang imam tidak boleh diam ketika melihat kondisi terlantar di sekelingnya. Hati yang mudah tergerak oleh belas kasih adalah bagian dari identitas dari seorang imam. Karena hanya untuk itulah seorang ditahbiskan menjadi imam. Karena itu iman tanpa perbuatan adalah mati. Doa dan kotbah tanpa aksi belum sempurna,” kata Mgr. Sensi.

Mgr. Sensi juga mengatakan seorang imam tidak boleh egois dan egosentris dalam iman dan kesalahen sendiri. Juga tidak boleh menjadi penonton ketika dunia berduka dan menangis.

Pada kesempatan itu, Mgr. Sensi juga menyinggung tentang kriteria imam yang penuh wawasan. “Bahwa wawasan pengetahauan harus ada merupakan ‘condisio sine qua non’ bagi imam di segala zaman,” katanya. Ini tuntutan zaman yang tidak bisa tidak. Dan diatas segalanya, kebijakan dan sumber ilahi adalah yang utama dan diatas segalanya.

Sementara itu Bupati Ende, Don Bosco M. Wangge dalam sambutannya mengatakan, atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende mengucapkan syukur dan terima kasih atas peristiwa pentahbisan tiga imam baru tersebut. “Kehadiran imam di tengah umat bukan saja melayani umat tetapi melayani masyarakat tanpa melihat suku, agama, ras,” katanya. Ia juga berpesan kepada para imam muda bahwa ke manapun mereka diutus lakukan sesuatu dengan setia dan bertanggung jawab karena Tuhan selalu menyertai.

Sementara itu Superior OCD Indonesia Pater Crist Surinono menyampaikan terima kasih kepada umat yang telah berpartisipasi dalam upacara pentahbisan ini. Dikatakannya, hingga saat ini 20 imam Indonesia sudah ditahbiskan dalam biara OCD. Markus Adam dalah putra ketiga dari Kevikepan Ende.

Kepada Yubilaris, dirinya berpesan agar selalu rendah hati, rendah hati dan rendah hati. Setalah misa pentahbiskan selanjutnya dibacakan Maklumat dan Uridiksi bagi ketiga imam baru. Selanjutnya juga dibacakan penempatan masing-masing. Romo Gusti Wadhi, Pr di Kevikepan Bajawa, Romo Stefen di Kevikepan Ende. Sedangkan Romo Adam di Gereja St. Theresia Avila Bajawa. (kr7)