Ray dan Senja Mewakili Ende Ke Makasar
16-Oct-2009

Oleh Yusvina Nona
Ende, Flores Pos

Setelah melewati proses panjang pemilihan bintang radio tahun 2009 tingkat Kabupaten Ende, para dewan juri: Sisco Balu, Rensa Pande dan Evi Anggraini memilih Raymundus T. N dan Senja Rojali Kali sebagai duta bintang radio tahun 2009 mewakili Kabupaten Ende ke tingkat nasional yang akan berlangsung di Makasar, 8 November 2009 mendatang. Keputusan dewan juri ini dinyatakan pada malam grand final bintang radio tingkat Kabupaten Ende yang diselenggarakan LPP RRI Stasiun Ende yang berlangsung di halaman Kantor LPP RRI Stasiun Ende, Jalan Durian, Sabtu (3/10) malam.

Menyanyikan lagu wajib ”Tak Lekang oleh Waktu” dengan nada dasar Es dan lagu pilihan “Masih Ada” dengan nada dasar E, Raymundus meraih nilai sebanyak 5.319. Sementara, Senja yang menyanyikan lagu wajib “Cinta Tlah Memilih” dengan nada dasar Es dan lagu pilihan “Kecewa” dengan nada dasar Gis meraih nilai sebanyak 5.237.Kedua finalis ini “meninggalkan” delapan finalis putra putri lainnya. Ray dan Senja, usai penerimaan hadiah dan foto bersama, mengatakan siap bersaing dengan 60 stasiun lainnya di Indonesi demi mengharumkan nama Kabupaten Ende. Keduanya berjanji untuk berlatih olah vocal lebih bagus lagi sebelum berangkat ke Makasar.

Pada malam grand final itu, Ray, putra dari Ardianus Tiro dan heodora Longa itu, sangat percaya diri dalam menyanyikan dua lagu tersebut. Dia berprinsip, jika finalis lain sanggup membawakan lagu dengan baik, kenapa dirinya tidak. Ray tampil meyakinkan dengan performance bernyanyi sangat elegan. Berbeda dengan Senja yang malam itu kurang yakin dengan penampilannya. Putri dari pasangan Marthen Kali dan Nene Fin malah menjagokan finalis nomor undian W1, Maria Ludgardis Ria. “Saya tidak yakin kak, performance saya malam ini (maksudnya pada malam grand final). Sejak awal audisi, saya menjagokan Lud. Malam ini dewan juri memutuskan saya mewakili Ende, saya tidak menyangka. Sama sekali tidak menyangka.

Tapi, malam ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk tampil lebih baik lagi,” kata Senja yang pernah menjuari lomba qasidah tingkat Kabupaten Ende ini. Senja yang juga pada masa kanak-kanaknya punya album cilik, malam itu mengenakan gaun merah dengan lingkaran pinggang warna perak tampil mempesona. Para undangan dan penonton yang memenuhi halaman kantor RRI di Jl. Durian malam itu, makin betah menyaksikan malam grand final tersebut ketika menyaksikan para dancer “seksi” dan vocal grup Putra Voice dari SMA Negeri 1 Ende. Meliuk-liuk di atas panggung, para dancer yang terdiri dari 5 personil ini tampil memukau. Begitupun dengan VG Putra Voice.

Kaharudin, salah seorang finalis yang meraih peringkat harapan 2, kepada Flores Pos, mengatakan: sedikit pun tak terbesit rasa kecewa atas hasil yang diperolehnya. Baginya, prestasi akan terus dikejarnya dalam usia yang masih terbilang muda, 25 tahun. “Memang warna suara saya ini lebih cocoknya ke irama dangdut. Tapi kenapa saya mau coba ke pop, karena saya pikir semua jenis lagu apa saja bisa dinyanyikan asalkan kita punya kemauan dan tekad. Malam ini, saya mau menunjukan tekad saya ini,” katanya. finalis kategori remaja pria dan wanita menerima piala dan piagam penghargaan yang diserahkan antara lain oleh Plh.

Kepala LPP RRI Stasiun Ende, Anthonius Bhenggu dan Ketua Panitia Lomba, Ci Maryam Sanggran. Asisten II Setda Ende Don Randa Ma, mewakili Bupati Ende Don Bosco M. Wangge, dalam sambutannya ketika membuka kegiatan lomba grand final malam itu mengatakan: kehadiran RRI di wilayah Kabupaten Ende telah banyak memberikan sumbangan bagi perkembangan dan kemajuan Kabupaten Ende. Baik dalam pemerintahan maupun dalam perkembangan sumber daya manusia (SDM).“Acara yang digelar ini merupakan program positif dan pemerintah mendukung penuh terselenggaranya acara ini.

Program ini telah membantu pengembangan kreativitas dan bakat para generasi muda di Kabupaten Ende dalam bidang tarik suara. Hal ini juga dapat membentuk keberanian mental para generasi muda kita untuk tampil menunjukan kebolehannya di depan umum,” katanya. Dia juga menyatakan rasa bangga dan kagum kepada kaum muda Kabupaten Ende yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Dengan bakat dan semangat yang dimiliki, juga keberanian untuk tampil, katanya, merupakan hal yang luar biasa dan perlu mendapat dukungan, terutama dari orangtua.

Sementara itu, Anthonius Bhenggu, Plh., Kepala LPP RRI Stasiun Ende ,dalam sambutannya mengatakan: melalui ajang promosi kemampuan bakat bernyanyi ini, maka akan terjaring putra putri terbaik Kabupaten Ende yang akan membawa nama Kabupaten Tri Warna meraih bintang melalui prestasi tarik suara pada tingkat nasional di Makasar, 8-14 November mendatang. “Gapailah bintang setinggi suaramu dan seindah cahaya penampilan,”demikian Anthon Bhenggu sebelum acara grand final tersebut dimulai.