Siswi SMP Dicabuli dan Diperkosa Kakak Beradik
14-Oct-2009

Oleh Yusvina Nona
Ende, Flores Pos

Sebut saja MR, gadis 17 tahun, siswi kelas 9 salah satu SMP di Kota Ende, dicabuli dan diperkosa oleh dua orang pelaku kakak beradik, yang kesehariannya bekerja sebagai sopir dan kondektur salah satu bus angkutan umum jurusan barat Kabupaten Ende. Berdasarkan laporan korban, Jumat (9/10), dua pelaku masing-masing pelaku pencabulan, Meus (26) dan pelaku pemerkosaan AR (17) kini ditahan di sel Kepolisian Sektor (Polsek) Ende.

“Kejadian ini terjadi pada Kamis (8/10). Korban hari itu dari kampung halamannya Zorowea menuju Ende, menumpangi bus pelaku. Tiba di Ende sudah malam. Korban tidak langsung diturunkan di tempat tujuannya yakni di km.3, Kelurahan Mautapaga, tetapi di gudang bus dimaksud. Sebelumnya, dua pelaku ini meminta pengertian korban untuk diturunkan paling akhir,”kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ende, AKP Dewa Dominikus di Polsek Ende, Jalan Gatot Subroto, Selasa (13/10).

Kapolsek Dewa mengatakan, modus kegiatan pelaku kakak beradik ini terpisah. Maksudnya, terjadi di tempat kejadian perkara (TKP) yang sama tetapi keduanya tidak saling mengetahui. Si adik tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan kakaknya, begitupun sebaliknya. Bagaimana kejadiannya? Penyidik Pembantu Reskrim Polsek Ende, Brigpol Andre Iskandar, menguraikan kronologi peristiwa tersebut.

Korban, setelah dibawa ke gudang bus dimaksud, dibiarkan di salah satu kamar. Si kakak lalu meminta adiknya untuk mencuci bus tersebut. Saat itulah, kata Brigpol Andre, pelaku pertama, si kakak, memaksakan kehendaknya. Saat hendak melakukan niatnya itu , pelaku juga mengancam korban.

“Karena korban terus saja mengelak, pelaku kemudian mengurungkan niat jahatnya itu. Namun, pelaku sempat meraba-raba dada korban. Tidak lama berselang, si adik datang, memanggil kakaknya untuk santap malam bersama. Korban masih dibiarkan sendiri di kamar. Usai santap malam, si kakak tidak kembali ke kamar korban karena ada istrinya.

Malah, si adik yang menyelinap masuk ke kamar korban,” katanya.Di kamar korban, lanjut Brigpol Andre, si adik ini pun melakukan hal yang sama: memaksakan kehendaknya dengan mengancam dan mencekik korban. Pemerkosaan pun terjadi sekali. Pada pukul 03.00 dini hari, dilakukan sekali lagi oleh si adik. Saat itu, kata Brigpol Andre, korban sempat mendorong pintu kamar.

Mungkin berusaha untuk kabur. Namun, sayang semua sudah terjadi.Dilanjutkannya, pada pukul 04.00 dini hari si adik mengantar pulang korban. Lagi-lagi diantar bukan ke tempat tujuan korban, melainkan ke Jalan Melati. Korban bahkan dipaksa untuk pulang sendiri ke km. 3, Kelurahan Mautapaga. Korban pun berang dan mencaci si kondetur itu. Tidak terima dengan kata-kata yang dilontarkan korban, ia lalu memukul korban.

“Setelah itu, si adik ini membiarkan korban sendirian dan pagi-pagi sekali menumpang bus ke kampung halamannya di Mataloko. Sedangkan, korban melaporkan semua kejadian yang menimpanya ke Polsek Ende.

Berdasarkan laporan ini, kami melakukan penyisiran. Lebih dulu menangkap kakaknya di gudang bus yang dimaksudkan di Jalan D.I. Panjaitan, kemudian menangkap adiknya di Mataloko,”katanya.Terhadap perlakuan bejat ini, kata Kapolsek Dewa, kedua pelaku kakak beradik diancam masing-masing hukuman 15 tahun penjara karena telah melanggar pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor: 23/2002. Baik nama korban maupun nama pelaku serta nama dari bus dimaksud tidak disebutkan pihak penyidik.

Alasannya, mengingat korban dan salah seorang pelaku adalah anak di bawah umur dan demi memperlancar proses penyidikan.Dalam konfirmasi itu, pihak Polsek tidak mengizinkan wartawan mewawancarai pelaku. Hanya mengizinkan menemui kedua pelaku dari luar sel. Disaksikan kemarin, pelaku pencabulan (si kakak) sedang dimintai keterangan oleh pihak penyidik.
Pelaku pencabulan mengenakan celana panjang jenis katun dan baju kaos berwarna crem. Pelaku bertubuh ramping dan tinggi, berambut lurus. Sementara si adik, pelaku pemerkosaan, berada dalam sel, sedang berbaring dengan selimut menutupi wajah, mengenakan baju hitam dan celana panjang jenis jins. Wartawan meminta teman seselnya membangunkan pelaku. Pelaku berambut ikal, juga bertubuh ramping dan tinggi. ***