Abrasi Ancam SDN Watubara di Ende

ROMUALDUS PIUS

ENDE, POS-KUPANG.COM–Abrasi yang terjadi setiap tahun di Desa Mukusaki, Kecamatan Weweria, Kabupaten Ende, kini mengancam keberadaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Watubara di desa tersebut.

Air laut kini menggerus hingga ke depan SDN Watubara sehingga halaman sekolah dipenuhi endapan lumpur laut, dan pada waktu air laut pasang halaman sekolah dipenuh air laut.

Kepala SDN Watubara, Pua AMAPD, ditemui Pos Kupang di SDN Watubara, Sabtu (31/10/2009) mengatakan, akibat abrasi sejumlah aktivitas keterampilan siswa tidak bisa dilaksanakan sempurna karena lapangan yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga atau kegiataan kesiswaan lainnya kerap digenangi air laut dan lumpur.

“Pada waktu tertentu ketika air laut pasang halaman sekolah digenangi air. Kami terpaksa tidak bisa apel pagi pada hari Senin. Juga para siswa tidak bisa beraktivitas di lapangan karena selain air laut naik juga ada lumpur,”kata Pua.

Menurut dia, tergenangnya air dan endapan lumpur pada halaman sekolah secara langsung mematikan kreativitas siswa di SDN Watubara karena satu-satunya lapangan yang ada di tempat itu hanya di halaman SDN Watubara.

Untuk mengurangi dampak abrasi, kata Pua, para siswa pernah mencoba membangun penahan ombak dari batu dan karung berisikan tanah. Namun hal tersebut tidak menolong dari hempasan gelombang karena ombak dengan mudah menghempas penahan yang dibuat siswa. Akibatnya halaman sekolah kembali digenangi air dan lumpur seperti waktu sebelumnya.

Tentang dampak abrasi terhadap kegiatan belajar mengajar di SDN Watubara, Pua mengatakan, hal itu tidak berpengaruh langsung karena ruangan kelas masih jauh dari bibir pantai. Namun jika tidak ditangani segera, bukan tidak mungkin akan mengancam bangunan sekolah tersebut.

“Saat ini baru halaman sekolah yang digenangi air laut dan lumpur namun jika tidak ditanggulangi maka akan mengancam fisik bangunan sekolah,”kata Pua.
Ia berharap pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di depan halaman sekolah agar gelombang laut tidak sampai menggenangi halaman sekolah ataupun mengancam keberadaan SDN Watubara.

Disaksikan Pos Kupang, keberadaan SDN Watubara persis di bibir pantai laut Flores sehingga rentan hempasan gelombang pasang dan sering menggenangi halaman sekolah. Jika air surut akan meninggalkan lumpur.

Terhadap persoalan ini, anggota DPRD Ende, Armin Wuni Wasa, saat berdialog dengan masyarakat di Gereja Mukusaki, Sabtu (31/10/2009) berharap dinas teknis segera menangani kasus abrasi di SDN Watubara, Desa Mukusaki, Weweria.

“Perlu penanangan segera agar abrasi yang terjadi di SDN Watubara tidak meluas ke lokasi lain. Langkah yang harus dilakukan adalah dengan membangun tembok penyokong,” kata Armin. (rom)