Sesuai hasil survey Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa sampai dengan awal tahun 2009 jumlah penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas di Propinsi NTT masih mencapai 240.000 jiwa lebih dengan demikian Nusa Tenggara Timur termasuk Propinsi yang tinggi angka buta aksara.Demikan sambutan Gubernur Nusa Tengara Timur Drs Frans Lebu Raya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Fransiskus Lasa pada acara Pameran Hasil Karya Warga Belajar Buta Aksara Sedaratan Flores- Binaan Lumen Veritas Keuskupaan Agung Kupang, Kamis (29/10) bertempat di Aula Gereja Mautapaga Ende. Pameran ini diikuti oleh seluruh kabupaten di daratan Flores tidak termasuk Kabupaten Flores Timur.

Gubernur Lebu Raya mengatakan untuk menurunkan angka buta aksara menjadi 5 % atau tuntas tahun 2009 bukan perkara mudah. Karena itu katanya, perlu adanya jalinan kerja sama antar instansi pemerintah sampai ke tingkat daerah dibawah koordinasi Dinas PPO, dan kemitraan dengan lembaga-lembaga swadaya masyarkat, keagamaan dan terutama kemitraan dengan pemerintah khususnya warga belajar Keaksaraan Fungsional Binaan Lumen Veritas Keuskupan Agung Kupang. “Jika tahun-tahun mendatang kondisi anggaran kita memadai baik dana APBN maupun APBD I dan APBD II lalu ditunjang dengan partisipasi semua pihak seperti lembaga keagamaan seperti sekarang ini, saya optimis tahun 2010 sisa buta aksara tidak saja sisa 5 % tetapi dapat diumumkan bahwa NTT telah tuntas Buta Aksara” kata Gubernur Lebu Raya. Gubernur Lebu Raya menguraikan bahwa, masih ada warga yang memang tidak mengenyam pendidikan sejak awal, angka putus sekolah dasar yang tinggi, adanya faktor geografis dn ekonomis,rendahnya kemampuan pemerintah dalam menggalang rogram pemberantasan buta aksara.

Sementara itu Kepala Bidang Taman Bacaan Direktur Jenderal Pendidikan Formal dan Non Formal Dinas Pemuda dan Olah raga Narsoyo pada kesempatan ini dalam arahannya mengatakan melalui pameran PNFI diharapkan seluruh komponen dapat secepatnya menyukseskan gerakan nasional percepatan pemberantasan buta aksara sebagai perwujudan pemerataan layanan pendidikan kepada semua pihak.”Saya hargai upaya Pemda NTT yang telah berpartisipasi dalam gerakan nasional percepatan pemberantasan buta aksara, sehingga negara kita tidak hanya berhasil turunkan angka buta aksara dari 15,4 jta (10,21%) Tahun 2004 menjadi 8,3 juta orang (5,03%) pada akhir agustus 2009, melainkan juga memperoleh pengakuan internasional sebagai negara yang berhasil dalam pemberantasan buta aksara”kata Narsoyo.

Ketua Penyelenggara Abubakar Babo dalam laporannya menyampaikan tujuan dari pameran ini adalah untuk meningkatkan dan pemantapan warga belajar berdasarkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan menuju kepada penguatan Intergrasi melalui kegiatan ketrampilan di kelompok-kelompok belajar demi terciptanya manusia yang terampil dan mandiri. Thema pameran ini kata Babo adalah “ Dengan Semangat Kebersamaan Kita Memberikan Layanan Pendidikan Non Formal Yang Merata, Bermutu dan Menjangkau Sasaran Yang Tak Terjangkau “. Pameran hasil ketrampilan warga belajar Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Kabupaten Sedaratan Flores-Lembata berlangsung selama 2 hari dari tanggal 29 hingga 30 Oktober 2009. (adm)