Kamis, 29 Oct 2009, | 19

Polisi Seharusnya Tetapkan Tersangka

Sumbre : http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=37595

Pihak Kepolisian seharusnya sudah menetapkan tersangka kasus penjualan raskin oleh Kepala Desa Hangalande, Kecamatan Kota Baru. Namun, hingga kini belum satu pun saksi atau pelaku yang ditahan oleh pihak Kepolisian.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Ende, Arminus W. Wasa ketika dimintai tanggapannya , Selasa (27/10) di Gedung DPRD Ende. Wakil rakyat dari Dapil III yang mencakup Kota Baru ini lebih jauh mengatakan, dirinya merasa sangat ironi ketika kasus tertangkap tangan ini namun belum ada yang dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

“Jelas kasus ini tertangkap tangan. Karena itu penjual dan pembeli seharusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ini harus secepatnya ditangani. Kasus ini sebagai pembelajaran bagi kades-kades lainnya untuk tidak menyimpang dalam penanganan beras raskin. Bahwa tidak diperbolehkan beras itu dijual, dan ini sesuai dengan regulasi,” kata Arminus Wasa.

Dikatakan Arminus, kejadian ini sebenarnya baru pertama kali dilakukan oleh kepala desa yang ada di Kabupaten Ende. Ia mengatakan, kasus ini banyak ditemukan namun tidak terendus oleh pihak kepolisian. “Baru kali ini tertangkap tangan sehingga jelas pihak yang patut menjadi tersangka adalah penjual dan penadah,” katanya.

Sebelumnya, pihak Kepolisian Sektor Detusoko belum berani menetapkan tersangka dalam kasus ini karena menurut mereka pemeriksaan saksi-saksi belum lengkap. Seperti yang di sampaikan Kapolsek Detusoko, IPTU Willy Role melalui Kepala Unit Reskrim, Bripka Berto Tia via telepon seluler, Senin (26/10) .

Dikatakan Berto, polisi sampai masih terus mendalami pemeriksaan saksi-saksi terutama yang terlibat langsung dalam penjualan beras raskin tersebut. Dirinya mengakui terpencarnya domisili para saksi menyebabkan molornya pemeriksaan. Apalagi, katanya, Leang yang adalah pembeli juga meminta menunda pemeriksaan hingga dirinya didampingi oleh pengacaranya.

Kasus tertangkap penjualan beras raskin ini menjadi buah pembicaraan baik di kalangan masyarakat biasa hingga di gedung dewan. Karena menurut mereka peruntukan beras raskin ini sudah jelas demi memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan yang tidak mampu. Jika sudah dijual maka harus ditindak karena sudah menyalah gunakan tujuan dari pemberian beras raskin.

Sebanyak empat ton lebih beras raskin berhasil ditangkap oleh pihak Polsek Detusoko saat hendak dijual. Beras itu disinyalir akan dijual oleh Kepala Desa Hangalande kepada salah seorang pengusaha di kota Ende. Pada saat pemeriksaan kepala desa mngakui penjualan itu didasarkan atas kesepakatan dengan warga desa yang diketahui oleh camat. (kr7)