ENDE, Pos Kupang Com — Sebanyak 37.407 anak di Kabupaten Ende tidak tercatat di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Mereka belum memiliki akte kelahiran sebagai bukti administrasi yang menyatakan kelahiran seseorang.

Sejak tahun 2008 Pemkab Ende telah membelakukan akte kelahiran gratis bagi anak usia 0 hingga 17 tahun. Namun sampai saat ini baru 10.322 anak yang telah terdaftar di Catatan Sipil Kabupaten Ende dari jumlah keseluruhan anak sebanyak 44.729 orang. Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Capil Kabupaten Ende, Muhamad Saleh Tamrin, S.H mengatakan itu di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2009). Dia mengatakan, masih banyak anak di Kabupaten Ende yang belum memiliki akte kelahiran. Hal ini disebabkan lemahnya kesadaran orangtua mengurus akte anaknya. Sesuai aturan, setiap anak yang dilahirkan harus secara resmi didata dan dikeluarkan akte kelahiran sebagai bukti administrasi kelahiran. “Mungkin masyarakat belum tahu soal akte kelahiran gratis itu, atau mungkin belum paham. Karena itu, kami akan terus sosialisasi kepada masyarakat dan yang saat ini kami lakukan adalah menempatkan baliho di tempat strategis di Kota Ende yang isinya mengajak masyarakat mengurus akte kelahiran. Dengan adanya baliho itu, masyarakat diharapkan bisa paham dan dapat segera mengurus akte kelahiran,” jelasnya. Tamrin didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pencatatan, Agustinus Mbatama, mengatakan, mengurus akte kelahiran adalah kewajiban dan tanggung jawab orangtua. Sebab akte kelahiran akan sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan anak, seperti saat mengakses pendidikan dan lain-lain. “Pada saat sosialisasi di Pulau Ende, saya katakan bahwa akte kelahiran penting bagi orang yang hendak menuaikan ibadah haji . Dulu mungkin hanya KTP saja namun sekarang harus dilengkapi akte kelahiran. Begitupun dengan kaum biarawan, misalnya pastor atau suster yang hendak ke luar negeri harus dilengkapi akte kelahiran, kalau tidak pemerintah tidak bisa mengeluarkan paspor,” kata Tamrin. (romualdus pius)