Persoalan tentang Pendidikan di Nusa Tenggara Timur ( NTT) umumnya dan Kabupaten Ende pada khususnya tidak akan berhenti. Mulai dari kekurangan guru atau pengajar, mutu pendidikan yang merosot ditambah lagi dengan sarana dan prasarana kurang baik yang pada gilirannya akan berimbas pada angka kelulusan dalam prosentasi yang sangat megecewakan. Jika tidak diperhatikan secara serius oleh seluruh stake holder yang ada bisa dipastikan pada tahun 2015 sekitar seratus sekolah akan ditutup.Hal ini disampaikan Bupati Ende Drs Don Bosco M Wangge, M.Si Senin( 9/11) saat Rapat Pamong Praja di Gedung Pertemuan Paroki St.Yoseph Onekore Ende Jln Wirajaya.

Berkaitan dengan itu lanjut Bupati Don, jika kita tidak tangani sedini mungkin, kemungkinan pada tahun 2015 sebanyak kurang lebih seratus sekolah akan ditutup di Kabupaten Ende. Karena itu Bupati Don menghimbau kepada para camat dan lurah serta kepala desa jangan dulu meminta untuk membuka sekolah di wilayahnya. Karena hingga sampai sekarang banyak sekolah yang kekurangan guru, jika ditambah lagi dengan pembukaan sekolah baru maka menjadi jelas semakin panjang deretan sekolah yang akan ditutup karena ketiadaan guru..Bupati Don menambahkan, hingga saat ini diperkirakan Kabupaten Ende masih kekurangan guru sekitar seribu orang, karena itu tidaklah pada tempatnya masyarakat meminta untuk mendirikan sekolah-sekolah baru.

Lebih lanjut Bupati Don mengatakan, pada saat sekarang ini hampir sekitar 50 % mendekati tahun 2015 banyak yang akan pensiun, untuk itu perlu adanya kader yang akan menggantikan posisi mereka. Bupati Don berharap kepada Para Camat dan Kepala Desa untuk mengajak sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk merelakan anaknya menjadi guru. “Tolong sampaikan kepada masyarakat untuk mengarahkan anak-anak mereka ke sekolah guru. karena setiap tahunnya kami mengalokasikan penerimaan PNS terbanyak adalah Guru. Karena itu formasinya sudah ada tetapi kita masih kekurangan guru apalagi untuk mata pelajaran tertentu kita tidak punya padahal alokasinya sudah jelas. Seperti guru Penjas, PPKN, Sosiologi dan Sejarah,”kata Wangge. (adm)