Kamis, 13 Jan 2011, | 72

Mengaku Pegawai Setneg, Tipu Calon PNS

ENDE, Timex-Oknum yang mengaku diri dari Sekretariat Negara HTB Yusuf, 34, menipu puluhan pencari kerja di Ende untuk dipekerjakan di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Bersama oknum anggota Kodim 6102 Ende merekrut puluhan pencari kerja. Kepada para pencari kerja tersebut dikenakan biaya berkisar dari Rp 500 ribu hingga Rp 8 juta.

Hal ini dikatakan Kapolres Ende, AKBP Darmawan Sunarko kepada koran ini, Senin (10/1) di Mapolres Ende. Didampingi Kasat Reskrim, IPTU Alexander Aplunggi, diriya megatakan tersangka kini telah ditahan di Mapolres Ende. “Yang direkrut pada waktu itu sebanyak 26 orang dan kini kita sudah meminta keterangan dari korban baru empat orang.

Orang yang mengaku dari Sekretariat Negara itu memang betul berasal dari Jakarta. Dan juga ada seorang oknum TNI yang bertugas di Kodim 1602 Ende dan kita sudah koordinasi dengan pimpinannya untuk tangani kasus ini,” kata Darmawan.

Kronologis kejadian itu, jelas Darmawan, awalnya pelaku datang ke Ende dan mengaku sebagai pegawai Badan Kepegawaian Nasional. Setelah melihat gelagat yang tidak baik dilakukan penangkapan oleh Polres Ende karena melakukan lobi-lobi dengan calon pegawai. Darmawan mengatakan, tidak ada laporan dari para korban, maka pada tanggal 7 Januari 2011 diadakan penangkapan di Hotel Safari Ende. Dirinya sempat mendapat uang Rp 40 juta dari aksinya tersebut yang dibantu oknum TNI tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Alex Aplunggi menambahkan, dalam pemeriksaan dirinya mengaku sebagai pengacara namun tidak bisa menunjukan kartu identitas. Sementara empat saksi korban telah memberikan sejumlah uang diantaranya Mahfud Rp 500 ribu, Fransiskus I Kawi Rp 8 juta, Theresia Yuniati Rp 5 juta dan Nency Hamid Rp 500 ribu.

Dijelaskan, pada Desember 2010 terjadi pertemuan antara pelaku dan oknum TNI di Jakarta. Di sana terjadi deal dalam perekrutan CPNS jalur khusus di Ende bertempat di BKN. “Waktu itu oknum TNI itu bertemu di BKN dan deal untuk rekrut CPNS di Ende. Dia kembali lagi ke Jakarta dan menyerahkan Rp 40 juta hasil rekrutmen kepada orang yang mengaku Haryanto dan diberikan melaui sekretarisnya Lyly. Tanggal 18 Desember ketemu dengan Haryanto di Mall Marck City dan bayar lagi Rp 15 juta,” kata Alex.

Ia juga megatakan, setelah itu pada 3 Januari 2011 kembali diberikan Rp 7 juta dan berharap Tubagus bisa datang menemui para CPNS. Dan pada tanggal 6 Januari 2011 ini datang ke Ende dan bertemu dengan para CPNS di KLK Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ende. Pada pertemuan itu, kata Alex, untuk menarik perhatian dirinya mengenakan baju Korpri dan ID Card bertuliskan Sekretariat Negara berlambangkan garuda.

Kapolres AKBP Darmawan Sunarko mengatakan, perekrutan CPNS ini untuk ditempatkan di BKN Pusat. Dan setelah diadakan orientasi maka akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing. Diyakininya ini merupakan komplotan penipuan dan pihaknya terus melidik kasus ini. Termasuk menyerahkan kasus yang melibatkan oknum TNI ke Kodim 1602 Ende.

“Saya kira ini termasuk komplotan penipuan yang dimulai di Jawa Timur dan diperkirakan pada tahun 2010 lalu. Dan setelah itu masuk ke Ende. Saya belum pastikan ada jaringan di dalamnya, masih mendalami tetapi diduga ada jaringan di dalamnya. Kita masih dalami apakah kasusnya sama dengan di Jawa Timur,” kata Darmawan.

Keduanya dikenakan pasal 378 KUHP Jo Pasal 56 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara. Sementara itu barang bukti sudah diamankan diantaranya baju Korpri dan ID Card bertuliskan Sekretariat Negara dimana tertulis Nama H.TB.Yusuf, SH dengan NIP 2118287632183 dengan jabatan Kasi Protokoler. (kr7)