Rabu, 3 Agustus 2011 | 22:43 WITA

POS-KUPANG.COM, ENDE — Dermaga kapal feri di Nangakeo, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, gelap pada malam hari karena belum diterangi listrik PLN. Untuk penerangan, calon penumpang kapal feri yang menunggu kapal terpaksa menggunakan lampu pelita atau lilin.

Koordinator Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Dermaga Nangakeo, Rafael Djata menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di Ende, Senin (1/8/2011).
Djata mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Pemkab Ende maupun PT PLN Cabang Flores Bagian Barat untuk segera memasang listrik dermaga, namun belum dilakukan hingga sekarang.

“Sejak awal ketika Dermaga Nangakeo dibangun dan diresmikan pengoperasiannya kami telah meminta kepada pemerintah maupun PLN agar memasang listrik di dermaga itu. Namun hingga saat ini belum dilaksanakan,” kata Djata.
Djata menyatakan heran dengan kondisi Dermaga Nangakeo, karena bangunannya kokoh dan indah serta sudah dilengkapi tiang listrik berikut bola lampunya, tapi tidak ada arus listrik yang mengalir.

“Ada sekitar 15 tiang lampu yang telah dibangun, namun tiang-tiang itu terkesan hanya pajangan karena lampunya tidak pernah nyala,” kata Djata.
Ia berharap agar PT PLN Cabang Flores Bagian Barat segera mengaliri arus listrik ke Dermaga Nangakeo sehingga dermaga itu terang pada malam hari.
“Kondisi dermaga yang gelap kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk berbuat mesum di malam hari,” kata Djata.

Tidak Ada Air

Selain ketiadaan listrik, Dermaga Nangakeo juga belum dilengkapi air untuk mandi maupun WC. Padahal di dermaga itu telah tersedia sarana prasarana berupa pipa air maupun kamar WC.

Kondisi ini juga dimanfaatkan oleh warga setempat. Mereka mengambil air dari kali lalu diisi dalam bak air untuk melayani penumpang yang hendak membuang air kecil. Setiap penupang yang membuang air kecil dipungut biaya Rp 1.000.